AMBON,MRNews.com,- Dalam rangka Hari Koperasi ke-71 yang mengangkat tema “Penguatan Koperasi, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Ambon menggelar temu kader koperasi se-Kota Ambon, yang terpusat di Tribun Lapangan Merdeka, Sabtu (21/7/2018).
Menteri Koperasi dan UKM RI, AAGN Puspayoga menjelaskan, Kemenkop dan UKM terus mendorong upaya dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan UMKM, sehingga gerakan koperasi Indonesia dapat memanfaatkan teknologi digital. Dimana, kondisi koperasi Indonesia akan semakin berdaya saing dan maju apabila mampu menerapkan prinsip koperasi secara konsisten dan mengikuti kaidah umum dalam berbisnis. Selain itu, diperlukan pula sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bersama seluruh stakeholder dalam pemberdayaan koperasi.
“Saat ini, jumlah koperasi aktif ada 152.714 unit. Yang telah gelar rapat anggota tahunan (RAT) sebanyak 80.008 unit dengan jumlah anggota 26.805.924 orang. Adapun total modal dari dalam mencapai Rp 165,88 trilyun, dari luar Rp 28,23 trilyun. Artinya, mereka memberikan kontribusi nyata bagi peningkatkan perekonomian nasional. Upaya strategis pemberdayaan koperasi oleh Kemenkop-UKM saat ini lewat reformasi total koperasi yakni rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi,” kata Puspayoga dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru.
Terhadap itu, menurut Puspayoga, ada empat hal yang perlu diselenggarakan pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, yakni memberikan kesempatan usaha seluas-luasnya kepada koperasi, meningkatkan dan memantapkan kemampuan koperasi agar menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri. Juga mengupayakan tata hubungan usaha yang saling menguntungkan antar koperasi dengan badan usaha lainnya, serta berkepentingan untuk membudayakan koperasi dalam masyarakat.
“Kita berharap agar terjadi sinergi positif antara upaya yang dilakukan gerakan koperasi dan pemerintah, sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan peranannya dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. Selain itu, koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat yang berbasiskan anggota diharapkan mampu mengatasi permasalahan internal yang dihadapi, khususnya di bidang peningkatan kualitas SDM, produksi, pemasaran dan permodalannya,” demikian Puspayoga.
Sedangkan Direktur Keuangan Pusat Investasi Pemerintah, Socif Winarno mengaku, koperasi harus mendorong masyarakat kecil untuk lebih produktif. Dengan terus bersinergi dengan stakeholder lain dalam meningkatkan peran koperasi, termasuk koperasi-koperasi yang ada di Kota Ambon. Dalam harapan, koperasi di Ambon dapat semakin baik dan berkembang.
Dalam temu kader tersebut, dihadiri Forkopimda Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, Ketua dan pengurus dewan koperasi Indonesia (Dekopin) Ambon, serta undangan lainnya. Acara diisi dengan lomba kuliner makanan khas Maluku antar koperasi, tari-tarian serta nyanyian dari band bocah, ditutup dengan makan patita bersama. (MR-02)
