Public Expose Live Wujud Keterbukaan Informasi Perusahaan

AMBON,MRNews.com,- Regulator pasar modal Indonesia telah selesai menyelenggarakan rangkaian acara Public Expose Live 2019 yakni pemaparan kinerja dengan mengundang 42 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/8/19). Public expose yang disaksikan secara langsung melalui webinar itu merupakan salah satu wujud transformasi digital dari sisi keterbukaan informasi dan transparansi di pasar modal Indonesia.

Kepala BEI kantor perwakilan Maluku Alberto Dachi katakan, tujuan public expose live ini untuk pemenuhan keterbukaan informasi dari perusahaan-perusahaan tercatat yang ada di BEI, yang saham-sahamnya sudah tercatat kurang lebih 650, dimana tahun ini diundang 42 perusahaan. Untuk Maluku sendiri juga sudah berjalan selama enam hari dan ini merupakan kali pertama dilakukan.

Memang diakuinya, karena lewat webinar maka peserta tidak bisa dilihat langsung berapa yang terlibat. Tetapi khususnya dari galeri-galeri investasi yang ada kerjasama itu mereka sangat antusias. Sebab sebelumnya kalau ingin melihat expose dari perusahaan-perusahaan tercatat harus ke Jakarta tapi sekarang mulai tahun ini digelar public expose live sehingga yang di daerah seperti Maluku sampai Papua pun bisa ikut.

“Ternyata antusiasme pun sangat besar walaupun tadi dilihat khan pesertanya itu di Jakarta tidak sampai 2 ribu orang selama 6 hari. Sementara yang via online sudah mencapai 10 ribu lebih. Memang antusiasme untuk ikut public expose live besar sekali di Maluku pun juga seperti itu. Jadi semua masyarakat bisa melihat keterbukaan informasi dari 42 perusahaan tersebut. Sehingga ada informasi yang nantinya tersebar ke seluruh investor yang mau ikut public xpose ini,” tukasnya.

Diketahui, dari seluruh rangkaian peringatan 42 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, public expose live 2019 merupakan salah satu kegiatan yang paling luas jangkauannya dan paling banyak melibatkan partisipasi peserta. Tidak hanya dari sisi demand, investor ritel, investor institusi, calon investor, dan media massa, tetapi juga dari sisi supply dari berbagai sektor hadir secara lengkap dan terlibat penuh dalam kegiatan ini.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Luthfy Zain Fuady mengaku, saat ini industri pasar modal sedang bertransformasi pada pemanfaatan teknologi. Secara tidak langsung, public expose live 2019 telah menjadi mekanisme perlindungan baru bagi investor di pasar modal dengan meminimalisasi potensi terjadinya asimetri informasi.

“Suatu kondisi yang terjadi jika salah satu pihak memiliki informasi lebih banyak atau lebih baik dibandingkan pihak lainnya, juga meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI,” tandasnya saat public expose live. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *