Supir Angkot Gunung Nona Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya

AMBON,MRNews.com,- Diduga lantaran karena ada permasalahan rumah tangga, membuat pria berinisial Y.L atau yang lebih dikenal dengan sapaan Valen (46 tahun), seorang supir angkot jurusan Gunung Nona, nekat mengakhiri hidupnya dengan mengantung diri mengunakan seutas tali didalam kamar tidur rumahnya, yang beralamat di daerah Gunung Nona, RT 003/RW 04, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, pada Selasa (6/3) sekitar pukul 14.00 WIT.

Ketua RT 003/RW 04, Roli Huwae kepada wartawan di lokasi kejadian menjelaskan, menurut informasi sekitar pukul 14.00 WIT, korban yang ditemani sang istri, Evi Sopamena, saat itu baru pulang mencari penumpang dengan mobil angkotnya dari terminal pasar Mardika, menyampaikan ke istrinya agar dirinya memarkirkan mobil angkotnya dan berhenti sejenak untuk turun ke rumahnya dan makan siang.

Korban pun akhirnya memarkirkan mobil angkotnya di bagian atas jalan. Evi Sopamena, istri korban yang menunggu korban terlalu lama dan melihat korban belum juga kembali akhirnya menyuruh Naldo, anak bungsu korban untuk mengecek korban yang pamitan makan di rumahnya.

Naldo, anak korban yang mengecek keberadaan ayahnya yang tak kunjung balik ke mobil angkotnya, kaget ketika tiba dalam rumahnya dan membuka pintu kamar melihat ayahnya telah mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri menggunakan seutas tali berwarna biru di dalam kamar.

“Melihat ayahnya yang sudah tak bernyawa dengan lilitan tali yang tergantung dan terikat dilehernya itu membuat anak korban akhirnya berteriak dan memberitahu warga sekitar. Korban meninggal ini kesehariannya seorang supir angkot trayek Gunung Nona bernomor Polisi DE 1228,” ungkap Huwae.

Dikatakannya, selaku RT setempat,  kehidupan rumah tangga korban dengan istrinya akur-akur saja, tetapi mungkin karena masalah internal dalam keluarga yang diduga membuat korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengantung diri.

Dari pantauan di lokasi kejadian, terlihat masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut ini pun berbondong-bondong menghampiri rumah korban untuk melihat  kejadian naas tersebut.

Kapolsek Nusaniwe, IPTU Sally Lewerissa bersama anggota Polsek Nusaniwe, yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP), sekitar pukul 15.30 akhirnya menurunkan jenazah korban yang masih tergantung dengan lilitan seutas tali berwarna biru di dalam kamar rumahnya. Sekitar pukul 15.45 WIT tim Identifikasi dari Mapolres Pulau Ambon dan PP. Lease yang tiba di TKP akhirnya melakukan indentifikasi kepada jenasah korban.

Kapolsek Nusaniwe kepada wartawan di TKP menjelaskan, berdasarkan identifikasi korban oleh tim indentifikasi Mapolres Pulau Ambon dan PP. Lease, korban murni melakukan bunuh diri.

“ Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan ditubuh korban, dan korban murni mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri. Untuk masalahnya masih dikonfirmasi oleh anggota Polsek Nusaniwe dengan keluarga korban,” demikian Lewerissa. (Mg-08)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *