by

Hadiri Akad Nikah di STAIN, Berujung Penganiayaan

AMBON,MRNews.com,- Mahdi Lesilawang, 25 tahun, salah seorang warga yang tinggal di kawasan STAIN Amalatu, RT 11/RW 17 kecamatan Sirimau-Kota Ambon, Kamis (8/3) dini hari sekitar pukul 02.30 WIT mendatangi Polres P. Ambon dan P.P Lease untuk melaporkan kekerasan bersama terhadap orang dan atau penganiayaan yang terjadi pada dirinya saat menghadiri akad nikah.
Pelaporan ini terungkap dari penuturan Kabid Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, IPDA. A Matatula.
“Berdasarkan laporan yang kita terima dari pelapor, yang juga mengaku sebagai korban, penganiayaan terjadi Rabu (7/3) malam sekitar pukul 21.00 WIT di STAIN tepatnya didalam rumah Bapak Idris Karepesina, sebagai sang empunya hajatan,” tandas Kabid Humas kepada media, Kamis (8/3).
Diceritakan Matatula, berdasarkan kronologis dari pelapor atau korban, kekerasan bersama terhadap orang dan atau penganiayaan ini dilakukan oleh terlapor, CS. Manakala saat kejadian, pelapor bersama dengan Yani Karepisina sementara menghadiri akad nikah yang berlangsung di rumah Idris Karepesina.
“Tak lama setelah selesai akad nikah, menurut pelapor atau korban, terlapor CS langsung memukul pelapor pada bagian kepala dan tangan yang dilakukan berulang-ulang kali,” beber pria berpangkat satu papan emas itu.
Akibat pemukulan tersebut, tambah Matatula membuat pelapor atau korban mengalami bengkak di kepala, serta bengkak dan memar dibawah pelipis mata kanan.
“Akibat dari perbuatan yang dilakukan terlapor CS ini, pelapor/korban tak terima dan melaporkan ke pihak kepolisian Polres P. Ambon dan P.P Lease. Kasus kekerasan bersama terhadap orang dan atau penganiayaan ini masih dalam tahap lidik,” tutup Matatula. (Mg-08)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed