AMBON,MRNews.com,- Pasca gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menelan korban jiwa sebanyak 131 orang dan 156.003 orang mengungsi, penanganan darurat terus diintensifkan oleh berbagai pihak.
Dimana, jumlah personil, bantuan logistik, alat berat, dan distribusi bantuan ditingkatkan. Selain itu, tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan penyisiran terhadap korban yang masih tertimbun bangunan roboh. Evakuasi mengerahkan 14 alat berat, 4 anjing pelacak dan personil gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan.
“Evakuasi korban terus dilakukan. Basarnas bersama TNI, Polri, dan relawan SAR melanjutkan evakuasi korban tertimpa bangunan roboh, yakni di Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung KecamatanTanjung Kabupaten Lombok Utara, Puskesmas Tanjung di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Masjid Jamiul Jamaah di Desa Bangsal Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, dan daerah lainnya,” tandas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya yang diterima media ini, Rabu (8/8/18) malam
Tak hanya itu, layanan kesehatan kata Sutopo juga dilakukan Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Dinkes, dan relawan. Kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso milik TNI sudah sandar di Lombok Utara sejak (7/8/18) langsung melayani pasien korban gempa dan Kapal RS Apung Prabu Airlangga menuju ke Lombok Utara. Adapun rumah sakit lapangan yang beroperasi melayani masyarakat yaitu di Sembalun di Lombok Timur yaitu RS Batalyon Kesehatan 1, dan di Lombok Utara ada 2 rumah sakit lapangan yakni dari RS Yonkes 2 oleh Marinir dan Kostrad. Rumah sakit dan puskesmas juga terus lakukan pelayanan kesehatan.
“Perbaikan listrik juga intens dilakukan 13 tim PLN. Listrik sudah menyala di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Perbaikan listrik di sepanjang daerah Tanjung menuju pemenang Lombok Utara berlangsung selama 2-3 hari. Pembuatan sumur bor, sanitasi dan MCK terus dilakukan Kementerian PU Pera,” tambah Sutopo.
Adapun dijelaskannya lagi, sebanyak 332 gempa susulan masih berlangsung hingga Rabu (8/8/2018) pukul 16.00 WITA. Dimana dari 332 kali gempa tersebut, terdapat 17 gempa yang dirasakan dengan kekuatan 3-5,6 SR. “Ini adalah hal yang alamiah. Setelah terjadi gempa besar maka akan diikuti gempa susulan dengan kekuatan kecil. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpancing hoax atau informasi yang menyesatkan,” demikian Sutopo. (MR-02)
