AMBON,MRNews.com,- Saat melantik Pengurus Wilayah Nahdalatul Ulama (PWNU) Provinsi Maluku masa khidmat 2018-2023 dan membuka Mukerwil I, Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU), Said Aqil Siraj tegaskan pancasila bagi NU sebagai organisasi islam terbesar di dunia dan Indonesia sudah final sehingga tidak boleh diperdebatkan lagi, termasuk UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Sekarang tinggal bagaimana mensukseskan, mengaplikasikan, mengembangkan dan meningkatkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan.
“Soal pancasila, sudah final. Tidak boleh diperdebatkan lagi. Sekarang tinggal mengaplikasikan, mengembangkan dan meningkatkan nilai-nilai pancasila dalam hidup setiap hari dengan sesama. Termasuk pula politik kebangsaan, itu sudah final bahwa NU tetap menunjukkan politik keadaban, Islam yang rahmatan lil alamin dan mendukung pemerintahan yang sah untuk memajukan Indonesia yang adil, maju dan beradab. Sebab nasionalisme bagian dari iman,” tukas Said di Gedung Ashari Al-Fatah, Ambon, Sabtu (20/7/19).
Menurut Said, tidak boleh ada teror dalam agama dan teror harus dilawan dengan persatuan dan kesatuan. Kekuatan budaya gotong royong, toleransi harus terus dijaga. Sebab bagi NU tidak ada musuh dalam kehidupan ini kecuali musuh pada mereka yang melanggar aturan hukum baik pelaku (bandar dan pengedar) narkoba, korupsi, terorisme dan lainnya.
Dirinya lantas berharap agar kementerian agama (Kemenag) harus merubah sistem atau kurikulum pendidikan agama Islam khususnya, sebab para tokoh agama belum mampu membentuk karakter agar anak bisa paham dengan Islam yang beradab, santun dan berbudaya.
“Kita harus tunjukkan Indonesia tidak mudah pecah. Beda pilihan politik, agama, suku, haram dijadikan musuh oleh umat islam. Itu komitmen kita. Saya terkesan dengan alim ulama di Ambon ternyata solid dan semangat siap menjalankan amanat muktamar NU yaitu membangun pendidikan, pemahaman islam, kesehatan dan usaha-usaha kecil, itu paling penting. Saya harap Kemenag bisa rubah kurikulum pendidikan agama. Sebab masih ada cerita soal perang dan itu tidak cocok untuk anak. Bukan hanya cerita perang Nabi Muhammad. Peraturan, ketika diperangi yah perang. Namun anak kecil tidak bisa dikasih ajar soal itu, cukup untuk orang dewasa,” paparnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Maluku Hamin Bin Thahir pada kesempatan itu mengaku, pemerintah provinsi Maluku sangat terbuka dan siap bekerjasama dengan NU untuk majukan Maluku. Karenanya peran aktif NU di Maluku sangat diharapkan dalam mendukung program-program pemerintah lima tahun kedepan, terutama pendidikan, kesehatan dan keagamaan dan pengembangkan ekonomi umat menuju Maluku maju dan sejahtera.
Sedangkan Ketua Tanfidziyah NU Maluku, Karnusa Serang usai dilantik mengaku, sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dan Indonesia, hingga kini NU mampu menjaga nilai-nilai Islam dari paham radikalisme dan sekularisme, dengan menjadikan pancasila pedoman dan kekuatan yang final.
“NU Maluku akan membentuk sistem organisasi yang kuat di tiap desa untuk pembinaan akhlak dan aqidah. Program pengembangan ekonomi masyarakat, pendidikan dan kesehatan juga jadi perhatian penting pengurus NU Maluku. Bekerja di NU jangan harapkan gaji, ini pengabdian,” tukas Serang. (MR-02)
