BPBD: 39 Titik Longsor, Kecamatan Sirimau Rawan Bencana

AMBON,MRNews.com,- Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon menunjukkan, sejak 1 Juni hingga saat ini ketika curah hujan tinggi, ada 39 titik longsor yang, dengan 40 terancam longsor. Dimana empat (4) unit rumah rusak ringan, dua unit rumah rusak sedang dan dua unit rumah rusak berat, sudah dilakukan antisipatif serta penanganan dengan memberikan bantuan kepada korban atau masyarakat yang mengalami bencana, termasuk penanganan terhadap pohon tumbang.

Sekretaris BPBD kota Ambon, Eva Tuhumury mengungkapkan, langkah-langkah antisipatif juga telah dilaksanakan, dalam bentuk memasang spanduk di sejumlah titik di kota Ambon agar dilihat masyarakat terkait dengan waspada cuaca ekstrem, curah hujan khususnya. Sebab kota Ambon berada musim penghujannya, puncaknya ada pada bulan Juni-Juli. Otomatis masyarakat harus waspada terhadap kondisi alam ini. Sekaligus mengajak masyarakat sesuai moto BPBD-BNPB “katong jaga alam, alam jaga katong”. Artinya kalau masyarakat menjaga alam ini secara bijak, maka alam pun akan menjaganya.

“Kita sudah lapor ke komisi I DPRD bahwa tahun 2019 ini, ada empat rumah warga rusak ringan akibat pohon tumbang, rusak sedang dua unit dan dua unit rusak berat karena longsor di Wailela, Rumahtiga dan Gunung Malintang, Tantui. Itu yang memang perlu penanganan akibat bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Semua titik baik rusak parah dan sedang sudah tertangani oleh BPBD dan tim terpadu. Artinya secara protap, penanganan darurat sudah tertangani. Tapi nanti usai masa rehab rekon, darurat ke pemulihan baru kita lakukan pengkondisian lanjut,” ujarnya kepada media di Ambon, Minggu (16/6/19).

Apalagi, sebut Eva, BPBD dan instansi terkait ada dalam tim terpadu penanggulangan bencana pemerintah kota (Pemkot) Ambon dan diatur lewat SK tanggap darurat, otomatis penanganan darurat harus dilakukan pada masyarakat atau fasilitas umum, fasilitas pendidikan yang menjadi bagian upaya penanggulangan bencana. Dimana masing-masing melakukan tugas dan tanggungjawab sesuai Tupoksinya baik BPBD, dinas sosial, dinas kesehatan, dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan, dinas lingkungan hidup dan persampahan, dinas perhubungan, TAGANA, PMI.

Sementara untuk daerah paling rawan bencana longsor saat ini di kota Ambono diakui Eva, yakni kecamatan Sirimau, karena memang lokasinya berbukit dan banyak masyarakat tinggal di daerah-daerah lereng gunung maupun bukit yang memang menjadi ancaman, misalnya Batu Gajah, Batu Meja, Skip.

“Hampir semua kawasan. Yang paling banyak kemarin itu Batu Meja, Negeri Soya, Kayu Tiga. Itu yang memang kondisi kali ini sangat rawan. Tapi kita berupaya semaksimal untuk antisipatif bencana dan penanganan darurat pasca bencana. Semua instansi dalam tim keroyok bersama-sama melakukan upaya penanggulangan bencana kepada korban, masyarakat dan fasilitas umum, pendidikan. Itu yang sudah kami lakukan,” tutup Eva. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *