AMBON,MRNews.com,- Warga Desa Ema, kecamatan Leitimur Selatan, didalamnya perempuan dan pemuda serta civitas GMKI Cabang Ambon yang hadir pada forum pemberdayaan perempuan GMKI untuk pemberdayaan perempuan desa, diajak bisa merubah mindset (pola pikir) dari orientasi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) menjadi pelaku usaha baru (wirausaha) yang mandiri dan handal. Pasalnya, jalan wirausaha sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi masyarakat lokal.
“Ini jadi kegelisahan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku untuk melahirkan pengusaha/wirausaha baru di Maluku, dengan program 1 desa 1 pengusaha. Desa Ema sangat potensial baik daerah maupun sumber daya manusia. Tinggal ada kemauan dan diberdayakan. Maka saya ajak, perempuan dan pemuda Ema bahkan GMKI, wirausaha menjadi solusi permasalahan bangsa dan daerah maupun bagi perkembangan ekonomi masyarakat lokal. Dampaknya sangat besar. Kita harus merubah mindset, yang terlalu berorientasi PNS ke Wirausaha,” tandas Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Maluku, Jaqueline Margareth Sahetapy saat pemaparan materi pengaruh Wirausaha terhadap perkembangan ekonomi masyarakat lokal kepada warga Ema dan GMKI di gedung Gereja Sion, Ema, Sabtu (26/5/2018).
Animo generasi muda dan pencari kerja tinggi ingin menjadi PNS ketimbang berwirausaha karena menurut Sahetapy, dipandang PNS hidup enak, nyaman, dimana gaji, tunjangan serta pensiunan dibiayai negara. Padahal sebaliknya, itu membenani keuangan negara dan anggaran daerah yang dipakai 60 persen membiayai PNS. Berbeda dengan wirausaha, yang tidak jadi beban negara, tetapi pada diri sendiri dan menjadi solusi, tulang punggung perekonomian negara.
Sahetapy lantas menegaskan, salah satu solusi atau jalan Maluku bisa berkembang dengan terus mendorong dan mencetak SDM agar menjadi Wirausaha berbakat dan handal. Karena juga, ada aspek saling memberdayakan dalam berwirausaha, tidak boleh berpuas diri dengan apa yang dimiliki namun harus terus bergerak maju dan membuat inovasi, kreatifitas besar.
“Desa Ema menjadi starting poin, untuk memulai sesuatu yang besar agar tidak salah melangkah. Karenannya, sekali lagi change your mindset dari PNS ke Wirausaha, itu awal. Dengan begitu, jika ingin sebagai Wirausaha sukses, maka aspek kunci keberhasilannya yakni harus memiliki motivasi kuat/penuh, ide kreatif yang harus terus disesuaikan dengan produk dan pasar, memiliki resources (dana dan peralatan) mumpuni dan punya Ability (skill/kemampuan). Tentu dengan perencanaan dan manajemen yang matang dan sistematis,” papar politisi partai Demokrat itu yang direspons antusias peserta.
Selain sebagai tulang punggung penciptaan dan percepatan perekonomian negara, wirausaha juga tambah JMS, panggilan akrab Sahetapy, menciptakan banyak lapangan kerja sehingga angka pengangguran dapat ditekan. Wirausaha cenderung berinovasi dan memunculkan teknologi baru untuk memenangkan persaingan pasar dan meningkatkan daya saing bangsa, meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak, mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat dan mampu meningkatkan pendapatan per kapita.
“Puji Tuhan. Dari pertemuan di Ema ini, kita sudah ketemu 1 wirausaha muda, Riko Maitimu. Yang usahanya, wisata swafoto kapal Ema, sempat terputus karena sejumlah kendala/masalah. Kita akan dorong menjadikan anggota HIPMI, membuka akses membantu. Artinya, program prioritas 1 desa 1 pengusaha mulai terjawab, mulai dari Ema. Belajar dari negara China yang memanggil pulang para pengusaha asli penduduk negeri tersebut yang sukses berwirausaha di luar negeri. Dengan begitu mampu membuat percepatan cukup gemilang di bidang ekonomi,” beber Sahetapy.
Tak hanya itu, Sahetapy pun menceritakan perjalanan hidupnya sempat berpikiran menjadi PNS dan memulai karier dari bawah sebagai pegawai hotel, pegawai bank nasional dan internasional, pegawai dan pimpinan asuransi hingga memilih menjadi pengusaha yang eksis hingga sekarang. Dirinya pun mengajak salah satu fungsionaris BPD HIPMI Maluku, Bodewyn Mailuhu untuk memotivasi, menuturkan cerita sukses sedari awal perjuangan hingga menjadi owner usaha pangkas rambut, Body’s Barber Shop dengan memiliki 7 Gerai di Ambon dan Tual serta nanti di Saumlaki, kepada peserta kegiatan forum. (MR-05)
