CFD di Puncak HPSN 2018, Wujud Ambon Bebas Sampah 2025

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melaksanakan Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018, yang terpusat di kawasan jalan A.Y Patty Ambon, Minggu (22/4) pagi.

CFD itu akan diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya lihat dan pungut sampah khusus di kawasan itu oleh peserta CFD dan masyarakat. Artinya, hal ini sekaligus wujud Indonesia termasuk Kota Ambon siap bebas sampah tahun 2025 sebagai suatu kebijakan nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan dan  (KLHK). Ada juga dialog, panggung hiburan, kegiatan percontohan, senam jantung sehat sebagainya, dibawah tema Ambon Bisa Bersih mo.

“Kementerian LHK melakukan beberapa kegiatan yang mengarah ke tujuan tahun 2025 itu. Satu diantaranya HPSN yang  setiap tanggal 21 Februari akan diperingati. Dalam  rangka itu, untuk puncaknya, dilaksanakan program CFD oleh Kementerian LHK. Jadi daerah-daerah bebas kendaraan, dicanangkan berlaku untuk Indonesia. Kota Ambon salah satu yang ditunjuk ibu Menteri untuk CFD,” tandas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam keterangan kepada media di ruang kerjanya, Kamis (19/4).

Kota Ambon kata Walikota salah satu dari 11 kota yang dipilih untuk momentum HPSN melalui gelaran CFD, selain Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Semarang, Palembang, Makasar, Balikpapan, Jogjakarta, Jayapura, Banjarmasin. Penunjukkan ini dapat dimengerti karena fakta membuktikan empat tahun berturut-turut Ambon menjadi kota dengan langit terbiru dan terbersih di Indonesia untuk ukuran kota sedang.

“Kegiatannya mulai pada 21 Februari bukan sehari tetapi berlangsung tiga bulan dan berakhir di 21 April. Tetapi Kota Ambon tetapkan program CFD pada Minggu, 22 April, di kawasan jalan AY Patty. Lokasinya ditutup mulai pukul 06 –10.00 WIT, hanya orang beraktivitas. Karena ini bebas kendaraan bermotor kecuali sepeda, maka CFD diawali fun bike. Bersepeda bukan hanya berolahraga tapi diharapkan bisa lihat, pungut sampah dan sebagainya. Kita harap ibu Menteri LHK bisa hadir tapi positif hadir itu Dirjen Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Limbah B3 KLHK, ibu Rosa Vivian,” ungkapnya.

Selain itu, yang akan dilakukan, tambahnya mencanangkan CFD sebagai program rutin. Dimana nantinya CFD akan berlangsung terus dan setiap hari Minggu mulai jam 6 sampai 10 pagi jalan AY Patty ditutup untuk umum, kendaraan tidak boleh parkir dan lewat kecuali sepeda. Artinya, Sabtu malam Dishub sudah tertibkan seluruh kendaraan di kawasan itu. Bersamaan, CFD juga akan dipakai untuk pencanangan Ambon bebas sampah dan mulai bergerak.

“Sekarang dimana-mana hampir seluruh stakeholder TNI, Polri, kantor-kantor, sekolah, masyarakat seluruh terlibat dalam masalah itu. Cuma memang masih ada sedikit kelompok masyarakat yang kurang peduli dan sadar. Ditandai dengan membuang sampah ke sungai, got dan indikasinya kuat. Maka yang kita lagi kerjasama dengan TNI AD dan AL, Polri agar mau benahi pantai dan teluk,” papar Walikota yang didampingi Wakil Walikota, Syarif Hadler, Sekkot A.G Latuheru dan Kadis LHP, Lucia Izaak.

Dalam rangka itu, Walikota meminta dukungan dalam bentuk pemberitaan terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Apalagi, Wakil Walikota sudah mengadakan rapat dengan komponen yang terlibat baik komunitas maupun stakholder lain, dan kurang lebih 70 peserta rapat antusias bagaimana Ambon harus menjadi kota bebas sampah di 2025.

“Sebelum tahun 2025 khan lebih bagus, 2020 lah atau katakanlah, kita sudah berada pada posisi itu. Butuh partisipasi dan dukungan semua pihak. Nanti sejumlah SKPD akan ke Jakarta membicarakan rencana strategi penanganan sampah nasional, regional di kota. Akan ada tim terpadu dan segera FGD libatkan stakeholder dan SKPD terkait, diskusi bagaimana rencana strategi penanganan sampah di Kota Ambon. Korem 151 Binaiya sudah mendukung kita, Polri, TNI-AL juga, semua berjalan serentak secara terpadu. Tidak lagi konvesional tapi betul-betul sampah di kota ini akan semakin profesional,” bebernya.

Walikota pun mengajak, agar sampah jangan dijadikan musuh, tapi harus dilihat sebagai kawan. Karena dari sampah, bisa menghasilkan nilai ekonomi yang sangat potensial bagi masyarakat dan daerah. Apabila dijadikan musuh, maka dianggap itu lawan. Dengan kebijakan nasional tahun 2025 Indonesia bebas sampah, bukan tidak ada sampah, tetapi tingkat kesadaran terhadap masalah sampah mencapi titik puncaknya, termasuk masyarakat di kota Ambon. “Sama seperti ke luar negeri, hampir kita kagum karena di semua tempat tidak ada lagi sampah. Atau paling tidak, sampah tidak buang sembarangan lagi tapi orang angkut, simpan sampahnya lalu buang di tempat yang ditentukan pemerintah. Ini kita harapkan benar, terjadi di kota Ambon, menjadikan sampah bernilai ekonomis potensial,” tutupnya. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *