Pergantian Kepala BI Maluku, Upaya Jaga Kesinambungan Tugas

AMBON,MRNews.com,- Pengalihan tugas kepemimpinan kepala kantor perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku dari Bambang Pramasudi ke Noviarsano Manullang merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan tugas, fungsi dan tanggung jawab yang diembankan BI di wilayah Maluku. Hal ini dimaksudkan agar tujuan orginasasi dapat berjalan sesusi dengan cita-citanya.

Selain itu, ahli fungsi kepemimpinan merupakan proses regenerasi bagi kaderisasi BI guna merespon tugas internal BI maupun kepentingan masyarakat. Serta suatu mekanisme perubahan yang sering terjadi pada umumnya dapat diterima sebagai suatu kebutuhan yang berkewajiban.

“Pemerintah daerah dan masyarakat di Maluku menaruh harapan besar kepada kepala KPw yang baru untuk semakin meningkatkan peran bersama pemerintah daerah guna memberikan kontribusi dalam capaian perekonomian, mewujudkan stabilitas pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di wilayah Maluku guna mewujudakan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sekretaris Derah (Sekda) Maluku, Hamin Bin Thahir saat menghadiri pengukuhan kepala KPw BI provinsi Maluku di Santika Hotel, Senin (29/7/19).

Berdasarkan data BI bagian ekonomi dan regional Maluku menurutnya, pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat melambat pada triwulan I tahun 2019 mencapai 6,30 persen dibanding triwulan IV tahun 2018 tumbuh sebesar 6,41 persen. Namun, pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,07 persen. Dari sisi permintaan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Maluku dipengaruhi oleh melambatnya kinerja ekspor akibat turunnya harga komunitas ikan dan udang dan minimnya eskpor migas.

Sementara dari sisi penawaran, perlambatan disebebkan oleh turunnya produksi pertanian akibat cuaca, selain itu harga komunitas juga menurun namun pertumbuhan masih ditopang konstruksi utamanya: pembangunan pembangkit listrik, fasiltas tiang listik dan pembangunan Bandara Pattimura. Sedangkan inflasi Maluku pada Juni 2019 tercatat sebesar 4,10 persen lebih tinggi dari inflasi Papua, Bali, Nusa Tenggara maupun nasional.

“Dua indikator ekonomi Makro di Provinsi Maluku setidaknya mengisyaratkan kita untuk bekerja bersama menjadi baik kedepan, walaupun memang masih ada indikator lainnya yang turut mempengaruhi perekonomian suatu daerah, namun demikian kami percaya segala tantangan dan kendala dapat diatasi berkomitmen bergandengan tangan, memajukan dan meingkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” tandas Hamin.

Untuk itu, dirinya menaruh harapan besar, kepada pimpinan KPw BI Maluku yang baru agar secara signifikan menggerakan perekonomian daerah dan masyarakat. “Dengan selesainya proses pengukuhan, kita dapat cepat membangun koordinasi serta bekerjasama membangun sinergitas lebih kuat dan harmonis guna merespon dan memecahkan berbagai persoalan serta tantangan-tantangan baru yang jauh lebih berat dan progres kedepan yaitu mewujudkan kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara hakiki sesusi dengan visi pembangun pemerintah provinsi Maluku,” harap Hamin.

Sementara Deputi Gubernur BI, Sugeng berharap, dengan program yang telah dibangun pimpinan lama dapat diteruskan pimpinan baru, apalagi tantangan kedepan sangat berat sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan yang sudah ada dan bagaimana menghadapi tantangan guna menurunkan inflasi di Maluku.

“Pergantian pimpinan langkah penting dan strategis, maka pemilihan figur kepemimpinan di BI pada suatu daerah melaui proses panjang. Kita mencari pimpinan terbaik dan kami yakin pimpinan yang baru dapat mengembang tugas ini dengan baik,” pungkas Sugeng. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *