AMBON,MRNews.com,- Sejak pukul 18.10 Wit sore, Minggu (14/7) dimana gempabumi tektonik magnitudo 7,2 SR mengguncang Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara dengan kedalaman 10 km, hingga kini sudah terjadi 25 kali gempa susulan. Hal itu diungkapkan mantan Kepala BPBD Halsel yang juga staf ahli Bupati, Iksan Subur Karama.
Sementara data BMKG terkini, pukul 23.34.16 WIT sudah 41 kali gempa susulan pasca gempa 7,2 SR. Terakhir berkekuatan 3,4 SR dengan kedalaman 10 km, 30 km Tenggara Labuha.
Staf Ahli Bupati Halsel, Iksan Subur Karama saat dihubungi Mimbarrakyatnews.com mengatakan, sampai sekarang sebagian masyarakat ada di tempat pengungsian dan masyarakat itu rata-rata mereka yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Sementara masyarakat yang jauh dari pesisir pantai, tidak mengungsi dan memilih tetap diluar rumah namun di kawasan lebih tinggi.
“Gempa susulan terus terjadi. Dari hitungan saya dan informasi yang masuk sejak jam 6 sore pasca gempa awal 7,2 SR hingga sekarang, sudah kurang lebih 25 kali dengan kekuatan yang cukup. Masyarakat tidak ada yang berani berada didalam rumah, semua diluar rumah, karena takut reruntuhan bangunan. Sebagian besar warga juga sudah mengungsi ke tempat yang aman terutama masyarakat pesisir sudah ungsikan diri ke tempat ketinggian atau pegunungan,” tandas Iksan via seluler, Minggu (14/7/19) malam.
Sampai sekarang, dikatakan Iksan, kerusakan akibat gempa tersebut di ibukota Halsel, Labuha memang belum ada tapi di wilayah Gane Barat, informasi dari pihak terkait banyak rumah-rumah yang sudah rusak parah. Bahkan, di desa Tawa Gane Barat pun isu Tsunami merebak sampai membuat warga panik. “Update terkini dari informasi yang kita cover dari para kepala desa, kerusakan banyak di Gane Barat. Jadi dimana yang ada jaringan yang kita bisa jangkau, itu laporan langsung,” tukas mantan Kepala BPBD Halsel itu.
Meresponi hal itu, diakui Iksan, Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel sementara melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan beberapa dinas terkait diantaranya Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, untuk kesiapan malam ini atau besok penanganan serta on the spot di lapangan. Sedangkan pada akses transportasi laut, kapal laut reguler berangkat terus meski adanya gempa puluhan kali dan isu tsunami.
Untuk di wilayah Gane Barat, tambah dia, anggota Polsek setempat sementara melaksanakan patroli terhadap lokasi mana yang bisa jangkau untuk memantau keadaan terutama kondisi masyarakat dan kerusakan akibat gempa. Sementara wilayah yang tidak bisa dijangkau, hanya bisa mendapat informasi lewat para kepala desa setempat. Sedangkan terhadap kondisi listrik dan telekomunikasi di Ibukota, Labuha aman dan lancar.
“Untuk daerah yang terkenda dampak besar akibat gempa, belum bisa dipastikan. Tapi informasi dari Kadis Sosial Halsel bahwa Polsek setempat lagi sementara lakukan patroli dan memberikan pengumuman kepada masyarakat agar jangan panik terhadap isu tsunami yang tidak jelas sumbernya, tetap berhati-hati, tidak boleh berada didalam rumah dan harus menyelamatkan diri ke tempat yang aman atau ketinggian jika kondisi tidak memungkinkan,” kuncinya.
Sementara, Pimpinan Jemaat GPM Babang Sayoang, Bacan, Pendeta Marceo Wattimury saat dihubungi media ini mengaku, beberapa hari terakhir memang gempa terjadi di Maluku Utara, namun hari ini yang sangat banyak mencapai 40 lebih dari sore. Akibatnya, masyarakat seluruhnya termasuk di Babang Sayoang, Bacan telah keluar rumah tanpa kecuali untuk ungsikan diri ke gunung. “Gempa di Labuha jaraknya dekat sekali dengan kita. Tidak ada lagi warga di rumah. Semua sudah ada di gunung, saya bersama mereka sedari sore. Apalagi air laut sempat naik namun surut. Infonya, jembatan Pelni di pelabuhan Babang retak akibat gempa,” ungkapnya. (MR-02)
