Dikerjakan Bersama Gandong, Baileo Negeri Rutong Diresmikan

AMBON,MRNews.com,- Setelah sekian lama digabung bersama kantor negeri, akhirnya negeri Rutong kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) kota Ambon memiliki Baileo “Somolopu Mariri Wai” representatif yang diresmikan oleh wakil walikota Ambon Syarif Hadler, Selasa (17/9/19) ditandai dengan pemukulan gong dan peninjauan Baileo. Menariknya, Baileo negeri Lopurissa Uritalai itu bisa tuntas karena dikerjakan secara bersama dibantu gandong kaka dari negeri Rumahkay kecamatan Kairatu. Kekerabatan kedua negeri dibuktikan dengan kehadiran Timotius Akerina, gandong Rumahkay.

Penjabat negeri Rutong Paulus Anakotta, baru pernah negeri Rutong ada dan meresmikan Baileo sebab selama ini aktivitas menyatu dengan kantor negeri. Adanya Baileo ini jelas menjadi impian semua warga negeri Rutong bahkan juga gandong Rumahkay untuk acara-acara adat negeri dapat dilakukan di Baileo sebagai warisan moyang yang harus dijaga. Baileo “Somolopu Mariri Wai” secara harafiah Somolopu artinya angkat perang, Mariri artinya merebut dan Wai berarti kembali sehingga secara keseluruhan mengandung arti “angka parang merebut kembali”.

Nama itu sebutnya lahir dari sebuah sejarah dimana tempat ini (Baileo) dahulu dijadikan sebagai tempat berkumpul masyarakat untuk siap perang mengambil hak mereka yang telah diambil oleh kaum penjajah. Baileo ini dibangun dengan tipe patalima artinya bangunan yang rata. Selain itu, Baileo ini juga mempunyai empat tiang sudut yang melambangkan empat soa didalam negeri.

“Tiang yang berada di bagian utara adalah soa yang berasal dari marga Maspaitella. Bagian barat yaitu soa berasal dari marga Talahatu. Bagian selatan soa dari marga Makatita dan tiang di bagian timur soa campuran yang didalamnya terdapat marga Lawalata, Lessy dan lain-lain. Baileo ini juga memiliki tiang bermula. Tiang ini sebagai tiang petama dari bangunan Baileo yang didepan tiang ada sebuah lubang. Tiang ini ada diantara soa campuran dan soa Maspaitella, melambangkan soa Makatita Soulisa sebagai kepala adat di negeri ini,” paparnya.

Sementara wakil walikota Ambon Syarif Hadler pada kesempatan itu katakan, Baileo sebagai salah satu khazanah budaya masyarakat Maluku di bidang arsitektur memiliki tiga dimensi makna yang penting yakni dimensi pemerintahan, adat dan religi. Maka peresmian Baileo negeri Rutong sudah seharusnya disambut dengan sukacita oleh masyarakat sebagai bagian dari pembentukan dan penguatan identitas negeri adat. Namun juga oleh pemerintah dan segenap warga kota sebagai upaya melestarikan dan memajukan nilai-nilai budaya.

Proses pembangunan Baileo ini juga diakui dilakukan dalam semangat gotong royong dan Masohi dalam bingkai nilai-nilai kearifan lokal yang saat ini sudah banyak tergerus modernisasi dan kemajuan teknologi. Sebabnya, diharapkan peresmian Baileo ini jadi momentum khususnya bagi masyarakat Rutong agar terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai kehidupan yang berbudaya, demi mewujudkan kota Ambon yang harmonis, sejahtera dan religius. Selain itu jadi bentuk komitmen bersama mewujudkan perubahan dalam proses pemilihan pemimpin negeri defenitif.

“Pemerintah kota Ambon terus mendorong dan menjamin agar suksesi kepemimpinan di negeri adat dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa adanya intervensi demi menghasilkan pemimpin berkualitas yang dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat negeri. Kepada Kabag Pemerintahan saya minta, kalau tidak ada masalah segera diproses pemilihan pemimpin negeri defenitif ke walikota dan bisa dilakukan pelantikan agar tidak ada lagi penjabat sehingga proses di negeri berjalan maksimal,” tutup Hadler. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *