AMBON,MRNews.com,- Pemilu adalah pertarungan. Yang mampu bertahan tidak hanya yang memiliki nafas panjang bertarung tapi mengerti tentang cara memenangkan pertarungan. Hal itu diungkapkan mantan anggota DPRD Provinsi Maluku, Muhammad Suhdfi Majid (MSM).
“Sore ini, di Hotel Amaris, berkumpul Bakal Calon Anggota Legislatif (BCAD) PKS Se – Kota Ambon. Mereka berkumpul dan silaturahim. Saya hadir untuk membagi dengan sahabat-sahabat ini cara merawat semangat juang. Menyemai Fighting Spirit,” ujar Suhfi kepada media ini melalui pesan singkatnya, Selasa (29/5/2018).
Pemenang dalam pertarungan Pemilu kata bakal calon anggota DPD RI dapil Maluku itu, selalu bermodal tiga point yakni Narasi, Touching, Networking. Maka bagian dari provokasi penyemangatan dan penting disampaikan, jika BCAD hanya akan menjadi pelengkap dan asesoris panggung Pemilu manakala sang BCAD tak memiliki kemampuan mengkapitalisasi tiga modal tersebut.
“Tiga poin itu sangat penting dalam suatu pertarungan politik. Gagasan/ide tidak bisa terlepas dari jaringan yang kuat begitupun sebaliknya. Termasuk tidak bisa tanpa sentuhan terus ke masyarakat sebagai orang yang akan memilih kita. Karenya, perlu mengkapitalisasi ketiganya jadi kekuatan khusus di BCAD PKS Kota Ambon menuju Pileg DPRD Kota Ambon,” tandas mantan calon Wakil Bupati SBB itu.
Point lain, tambah Wakil Ketua DPW PKS Maluku itu, masyarakat sekarang bergerak sangat cepat. Ada era yang oleh Rhenald Kasali menyebutnya Desruption Era. Maka memahami perilaku adalah kata kuncinya.
“BCAD harus move on. Sekarang. Tak boleh ditunda. Apalagi tanpa batas waktu. Karena itu, kunci utama yang menjadi DNA dasar BCAD : nilai diferensiasi. Maka, mari semai fighting spirit,” pungkasnya. (MR-05)
