AMBON,MRNews.com,- Setelah lembaga Media Survey dan Strategy (MSS) merilis hasilnya Minggu (25/3) kemarin, yang menempatkan pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Maluku nomor urut 1, Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dengan 41, 50 persen unggul atas dua kandidat lainnya, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) 25,00 persen dan Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) di juru kunci dengan 13,40 persen, pihak HEBAT dan BAILEO pun tidak mau kalah dan bakal merilis survey yang dipandang hasilnya tertanggungjawab dan teruji pada beberapa waktu mendatang.
“Tentu katong (kita-red) juga akan melakukan survey, untuk mengukur objektifitas dari survey-survey sebelumnya dan merilisnya. Katong akan menguji seberapa besar tinggi tingkat elektabilitas pasangan HEBAT. Tidak akan mengacu pada hasil survey yang sudah dikeluarkan pasangan calon lain. Karena HEBAT punya instrument survey tersendiri dan melihat selisihnya objektif atau tidak. Lembaga survey profesional dan kredibel yang kita pakai untuk survey dan dua minggu kedepan akan rilis hasilnya,” tandas Juru Bicara (Jubir) HEBAT, Fajrin Rumahlutur saat dihubungi media ini via seluler, Selasa (27/3).
Pasalnya, menurut Fajrin survey-survey yang ada saat ini banyak yang mengabaikan fakta politik di lapangan, mengatur angka-angka untuk framing opini dan menciptakan banwagon effect. Sedangkan soal metodologi dan objektifitas adalah urusan berikut, yang penting goal utamanya adalah pencitraan kemenangan calon yang didampingi. Bahwa tiap paslon mengklaim hasil surveynya, wajar tapi yang utama metodologi harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.
“Siapa yang bisa menjamin objektifitas dari hasil survey dimaksud?. Artinya beta tidak secara explisit menuding lembaga survei tertentu bahwa ada upaya mengotak-atik angka-angka, namun sudah menjadi rahasia umum banyak lembaga survei yang melakukan pendampingan biasanya bekerja memanipulasi angka-angka dan mengabaikan fakta rill politik di lapangan sehingga menguntungkan kandidat yang didampingi,” paparnya.
Apalagi Fajrin yakin, konsolidasi maksimal di 11 kabupaten/kota oleh pasangan HEBAT dan angka dukungan public di masyarakat jauh melampaui hasil survey yang dirilis oleh lembaga survey sebelumnya.
Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) tim BAILEO, Azis Tunny mengungkapkan hasil survey yang dirilis MSS merupakan bentuk kepanikan pihak SANTUN terhadap survey yang sebelumnya dirilis oleh Parameter Research and Consultindo pimpinan Edison Lapalelo. Karena dinilai posisinya belum aman dari kejaran dua pesaing. Namun juga menjadi catatan penting bagi pihaknya untuk terus bekerja memastikan hasil akhir kemenangan di BAILEO.
“Kami tetap optimis hasil akhirnya di 27 Juni 2018 akan berbeda dari saat ini. Karena waktu bekerja sangat panjang 90 hari lamanya untuk konsolidasi, sosialisasi dan memperkuat citra pasangan BAILEO di mata public. Dimana pada berbagai daerah yang didatangi, respon masyarakat positif dan ini mesti dipertahankan apalagi dengan membawa tujuh (7) program prioritas BAILEO yakni Maluku Bisa dan komitmen pasangan ini memindahkan ibukota provinsi ke Maluku Tengah,” terang Tunny.
Karena itu, pada bulan April mendatang Tunny memastikan, pihaknya melalui lembaga survey LSI Denny JA-KCI akan merilis hasil survey yang mengukur trend BAILEO. Dan dalam keyakinan, hasilnya akan memuaskan dan pasti siginifikan. Apalagi, tiap waktu pasangan BAILEO mengalami trend kenaikan positif yang mencapai 18 persen pada Januari lalu dan dengan intensitas kedua Paslon yang turun langsung ke lapangan pasti semuanya akan berubah dan membuahkan trend meningkat. (MR-05)
