AMBON,MRNews.com,- Pemilihan rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) periode 2017-2021 tuntas, dengan terpilihnya mantan anggota DPRD Provinsi Maluku dua periode, yang juga dosen fakultas Teologi, Dr Jafet Damamain sebagai rektor UKIM empat tahun kedepan. Terpilihnya Damamain dengan suara mayoritas pemilih berarti menggantikan posisi rektor sebelumnya, Pdt Dr C Alyona.
Dari pantauan media ini, pemilihan berlangsung dengan tiga kandidat rektor selain Damamain yakni Dr Josephus Noya dan Dr Simon Pieter Soegijono. Ketiganya bersaing mendapatkan 35 suara dari pihak senat universitas 23 suara dan yayasan 12 suara yang memiliki hak pilih dalam forum empat tahunan itu.
Hasilnya, Damamaian unggul jauh mengantongi 26 suara, disusul Pieter Soegijono 5 suara dan terakhir Noya dengan 4 suara.
Rektor terpilih, Jafet Damamain kepada media mengungkapkan, peristiwa pemilihan langsung ini baru terjadi. Tetapi ketika menyampaikan visi misi sebagai calon rektor kedepan bahwa UKIM ini sebagai lembaga pendidikan tinggi di Maluku harus terus dikembangkan menjadi satu lembaga pendidikan yang unggul, bukan saja di bidang ilmu dan teknologi tetapi juga mampu membentuk manusia Indonesia yang memiliki kepribadian dan dapat makin hari makin bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Lembaga ini khan sudah cukup lama. Karena itu program-program mendasar pada bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat serta pendukungnya itu sudah dilakukan. Jadi tidak lagi kita mulai dari nol. Hanya melanjutkan yang ada saja. Baik kita tingkatkan dan masih kurang kita perbaiki bersama,” tandas Damamain.
Pasalnya, diakui Damamain kepemimpinan-kepemimpinan rektor sebelumnya bersama semua civitas akademika UKIM sudah bekerja keras dan menjadikan UKIM mantap seperti hari ini. Karenanya tanggungjawab kedepan itu, membuat UKIM jauh lebih baik dari apa yang sudah ada sekarang dalam aspek pendidikan, penelitian dan masyarakat maupun penatalayanan bagi kemuliaan Tuhan.
Tapi prinsip yang harus dipegang kata politisi PDI Perjuangan ini, rektor tidak bisa bekerja sendiri. Karena sehebat apapun seseorang, harus mesti ditopang oleh satu team work yang kuat. Apalagi ini lembaga pendidikan dan potensi-potensi unggul untuk bersama-sama dalam perjalanan membangun itu ada disini. Tinggal bagaimana mengorganisasinya, tentu dalam kerendahan untuk merangkul semua orang.Sementara terkait siapa empat orang pembantu rektor yang sudah disiapkan membantunya di level pimpinan, Damamain enggan merespon karena menilai pasca pelantikan rektor baru hal itu bisa dilihat.
“Proses-proses seperti ini khan biasa terjadi, suka tidak suka pasti ada. Pilihan untuk memilih si A, si B. Tetapi beta harus kerja untuk semua dan melibatkan semuanya didalam proses membangun UKIM ini. termasuk kedua rekan calon rektor yang sama-sama ada ini. Karena UKIM bukan milik sekelompok orang tapi milik kita semua. Artinya harus merangkul dan melibatkan semua dalam proses membangun UKIM. Karena semua merasa memiliki UKIM dan bertanggungjawab terhadap masa depan UKIM,” tutupnya. (MR-05)
