Politik Identitas Dianggap Tidak Mendidik Masyarakat

 

 

AMBON,MRNews.com,- Politisasi identitas atau politik identitas dianggap akan membawa masyarakat pada segregasi dan dikotomi yang tidak mendidik. Sebaliknya, jika perbedaan dipandang sebagai anugerah maka bisa membangun peradaban manusia demi kepentingan bangsa dan negara.

“Perbedaan adalah anugerah yang harus dikelola untuk kepentingan berbangsa dan bernegara bukan sebaliknya, dikelola sebagai isu pemecah belah antar masyarakat karena kepentingan politik sesaat,” kata Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar MBD, Jefry Rehiraky kepada media ini lewat media sosial facebook, Senin (11/6/2018).

Hal ini penting diingatkan bagi siapapun yang terlibat dalam panggung politik. Sehingga tidak salah manfaatkan momentum melalui upaya intimidasi tak elok atas nama kebaikan dan keinginan perubahan. Apalagi, menjelang Pemilu Kepala Daerah serentak tahun 2018, di tanggal 27 Juni 2018. Dimana masyarakat harus diberi pendidikan politik yang baik dan benar, bukan menggiring opini dan isu menyesatkan bahkan mencederai proses berdemokrasi.

“Rakyat harus berdaulat untuk menentukan pilihan, bukan rakyat diintimidasi dan ditekan atas nama kekuasaan. Pemilu adalah pesta rakyat, dimana pesta mestinya membuat semua orang merasa bahagia, senang dan bebas berekspresi, bukan berada pada ketakutan merayakan pesta,” tandas mantan Korwil XI PP GMKI itu.

Hal itu karena bagi Rehiraky, politik bukanlah alat kekuasaan tetapi politik adalah seni dan etika untuk melayani. Karena pemimpin yang lahir dari rakyat adalah pelayan dan bukan tuan atau bos.

“Semoga proses berdemokrasi kita tidak dicederai oleh paradigma yang hegemonistik dan sektarian. Tanggal 27 Juni, datanglah ke TPS kita masing-masing dan tentukan pilihan bagi masa depan Maluku 5 tahun kedepan. Kita salah menentukan pilihan, maka Maluku akan terpuruk 5 tahun ke depan. Rakyat berdaulat, Pemilu berkualitas,” tutupnya. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *