AMBON,MRNews.com,- Sejumlah pimpinan umat beragama meminta agar TNI/Polri tetap netral di perhelatan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Maluku, 27 Juni 2018. Pasalnya, Pilgub Maluku yang tinggal menyisahkan 11 hari lagi menuju pencoblosan, menghembuskan isu kencang di publik adanya keberpihakan secara tidak langsung TNI/Polri terhadap salah satu pasangan Cagub-Cawagub Maluku.
“Sebagai pimpinan umat Katolik, saya harap TNI/Polri tidak berpihak atau netral di Pilkada Maluku. Karena jika TNI/Polri tidak netral, maka cilaka atau bahaya daerah ini,” tandas Uskup Diosis Amboina, P.C Mandagi saat menghadiri monitoring malam takbiran jelang perayaan Idul Fitri 1439 H yang dilakukan oleh Polda Maluku, di Tribun Lapangan Merdeka, Kamis (14/6) malam.
Dampak ketidaknetralan TNI/Polri kata Uskup, adalah gangguan Kamtibmas yang bisa berujung konflik di masyarakat. Namun, dia mengajak semuanya berdoa supaya Maluku tetap aman dan tidak konflik lagi seperti sebelumnya apalagi hanya soal politik. Karena Maluku negeri beradab, yang tidak mudah dirusak faktor tertentu apalagi agama digiring.
“Penegasan ini penting demi kepentingan bersama. Terlepas dari itu, sebagai tokoh agama saya bangga bisa berkumpul dengan TNI/Pori dan stakeholder. Sebuah negara tanpa TNI/Polri, omong kosong. Namun harus TNI/Polri yang bikin (buat) bagus, bukan bikin rusak,” jelas Mandagi.
Senada, Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta A.J.S Werinussa di tempat yang sama pun mengingkatkan dan terus mendorong agar TNI/Polri harus netral di Pilkada Maluku 2018 ini. Hal ini perlu dipertegas karena umat juga gelisah dan mempertanyakan sikap TNI/Polri.
“Umat bertanya dan usulkan kepada kami, kira-kira bagaimana sikap TNI/Polri di Pilkada. Sehingga penting kami ingatkan dan dorong TNI/Polri harus netral. Negara harus kuat dan tugas kita untuk menjaganya agar tidak dirusak. Tentu dengan maknai hari raya sebagai hari persaudaraan orang basudara dan meneruskan nilai yang baik,” tegas Werinussa.
Ketua Walubi Maluku, Welhelmus Jauwerissa harapkan TNI/Polri sebagai penjaga bangsa dan daerah, hadir dengan memastikan keamanan dan ketertiban terjamin bagi semua, bukan saja di saat Pilkada tetapi setiap waktu. “Sebagai anak daerah kami harapkan terus hal itu. Selaku tokoh agama, kami pun apresiasi pihak TNI/Polri yang selalu berusaha meningkatkan kinerjanya agar semakin baik kedepannya,” demikian Jauwerissa. (MR-05)
