GmnI Duga Ada Mafia BBM di Ambon

AMBON,MRNews.com,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Ambon menduga ada mafia-mafia bahan bakar minyak (BBM) yang coba bermain dibalik kelangkaan dan mahalnya BBM di Maluku, termasuk Kota Ambon.

Dugaan itu berkaitan dengan kehidupan perekonomian di Kota Ambon Manise yang akhir-akhir ini sangat dinamis dan mengecewakan masyarakat secara kolektif.

“Ketika kami melakukan pengamatan dan penelitian terhadap pelayanan publik khususnya di bidang jasa angkutan umum bahwa banyak sopir angkot yang mengeluh karena harus membeli BBM non subsidi seperti Pertalite dan Pertamax yang harganya melambung mahal,” beber Sekretaris Cabang GmnI Ambon, Alberthus Pormes dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (25/6/2018).

Terhadap kondisi tersebut, menurut Pormes, ini pertanda bahwa ada mafia-mafia minyak yang sengaja dimainkan oleh oknum-oknum serta elit tertentu.

Padahal harusnya Pertamina wajib menyiapkan BBM jenis premium untuk rakyat kecil bukan sebaliknya disiapkan premium untuk elit-elit dan para mafia minyak di negeri ini.

“Kami ingin sampaikan bahwa kalau dihitung secara matematis kalau misalnya BBM jenis premium dengan stok 60 Barel/hari maka tentunya bisa melayani kebutuhan semua angkutan umum di kota Ambon, tetapi pada kenyataannya terbalik bahwa Pertamina menyiapkan 60 barel/Hari namun tidak cukup untuk melayani rakyat kecil tetapi untuk melayani elit-elit dan mafia minyak,” beber Pormes.

Dengan Demikian GmnI kata Pormes menyampaikan dan mendesak pemerintah dan DPRD Kota Ambon supaya mengevaluasi kinerja Pertamina Cabang Ambon supaya kedepannya rakyat tidak lagi menjerit kesusahan dan ketangisan.

“Kami tekankan lagi bahwa kalaupun dalam beberapa hari kedepan stok premium tidak bisa melayani semua angkutan umum di kota Ambon, maka kami pastikan akan melakukan aksi besar-besaran bersama semua sopir angkot di Kota Ambon Manise,”tegasnya. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *