AMBON,MRNews.com,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Senin, (7/5 2018) di Siwalima menggelar debat publik pertama Calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku untuk Pilkada tahun 2018. Proses debat berjalan lancar dan diikuti tiga pasangan calon, nomor urut 1 Said Assagaff – Anderias Rentanubun (SANTUN), nomor 2 Murad Ismail – Barnabas Orno (BAILEO) dan nomor 3, Herman Koedoeboen–Abdullah Vanath (HEBAT) masing-masing memaparkan visi dan misi serta programnya.
Tema utama yang diangkat dalam debat tersebut ialah tentang kemiskinan dan kesejahteraan, yang mengharuskan pasangan calon mengeksplorasi tema sesuai visi misi dan program. Untuk hal itu, Paslon SANTUN dinilai tampil prima dan unggul tipis dibanding dua pasangan calon lain. Keduanya dianggap lebih menguasai masalah dan memberikan jawaban konkrit. Salah satunya karena faktor pengalaman dalam pemerintahan dinilai menjadi pembeda.
“Sasaran segmentasi suara yang terpenuhi. 95 persen berbasis data acuan pembangunan lebih dari yang lain, karena debat adalah data. Menurut saya untuk ukuran itu, petahana mantap. Unggul kalo kita simak dan nilai secara objektif, terlepas dari tim. Apalagi penguasaan masalah lebih mendalam dan punya opsi-opsi solusi bagi pembangunan Maluku lima tahun kedepan khususnya, bagaimana menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai topik yang didebatkan,” tandas juru bicara tim SANTUN, Haerudin Tuarita kepada MimbarRakyatnews.com usai debat.
Sementara itu, tim HEBAT, Jefry Hitijahubessy mengaku, secara pribadi dirinya menilai jagoannya, HEBAT yang unggul dalam debat pertama tersebut, bukan SANTUN. Karena dipandang baik Herman maupun Vanath penguasaan materi debat, cara penyajian dan pola pikir serta menanggapi sangat selaras, intelek dan tepat.
Sedangkan dari pihak BAILEO, Robby Tutuhatunewa menilai, ketiga kandidat terjebak dalam emosi masing masing. Dimana kurang tenang, manakala beberapa bagian kadang tidak fokus. Bahwa jujur perlu diakui Cagub BAILEO, Murad Ismail dalam berbagai kekurangan dan kelebihannya sudah berusaha secara maksimal untuk menjawab pertanyaan yang ada. Namun, Murad sendiri bukan seorang orator.
“Jadi kita harus maklum. Tetapi menurut beta, beliau tidak juga berbeda dari kandidat yang lain, yang tadinya kita prediksi akan jauh lebih baik. Tapi ternyata tidak juga. Pembawaan Pa Murad tidak bedanya saat pertama kali Pak Karel Ralahalu maju sebagai Gubernur. Buktinya, setelah beliau terpilih, beliau bisa berbuat banyak hal yang berguna Bagi rakyat Maluku hari ini,” tutup Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku itu yang juga akademisi UKIM.
Dalam debat tersebut, dibagi dalam beberapa sesi dimulai dari pemaparan visi misi, menjawab pertanyaan panelis, saling bertanya dan menjawab serta mengeksplorasi antar kandidat dan ditutup dengan closing statement yang juga ajakan memilih. Selanjutnya, debat kedua atau terakhir akan berlangsung pada 23 Juni mendatang. (MR-05)
