Pasar Di Ambon Dikunjungi Satgas Pangan

AMBON,MR.-Dalam menjaga kelonjakan komoditi pangan dan serta kelonjakan harga sembako, dipasaran Kota Ambon, menjelang perayaan bulan suci  ramadhan, Tim Satgas Pangan Polres Ambon sambangi  pasar-pasar Tradisional di Kota Ambon.

Kegiatan tersebut kerap dilakukan oleh Tim Satgas Pangan Polres P.Ambon dan Pp.Lease,dalam operasi pasar dengan menyasar sejumalah pedagang sembako dan pangan yang ada di pasar tradisional Mardika dan pasar tradisional Batu Merah Kelurahan Rijali,Kecamatan Sirimau, Kota Ambon (30/5).

Kasatgas Pangan Polres P.Ambon dan Pp.Lease,AKP, R.E,Adikusuma,, melalui Katim Ops Satgas Pangan, Aiptu Herman Mashudin, kepada Awak media, Jumat (1/6), menjelaskan kegiatan operisi pasar yang dilakukan oleh tim Satgas Pangan Polres P.Ambon dan Pp.Lease,bertujuan untuk mengelola dan mengamankan stok serta mengendalikan harga bahan pokok serta mencegah penimbunan komoditi dan gejolak harga yang lakukan pegangan-pedagang pasar di maksud.katanya.

Kegiatan tersebut  lanjut dia  dipimpin langsung Adikusuma selaku Kasatgas Pangan,bersama  4 (empat) Anggota Satgas Pangan dan juga melibatkan  3 (tiga) personil Sat Shabara Polres P. Ambon dan Pp. Lease, 2 (dua) Satgas BKO TNI AD Banau dan 2 (dua) Satuan Pol P.P. Kota Ambon, memantau sejumlah harga komuditi bahan pokok diantaranya,beras,telur,cabai, bawang merah/putih, sayuran, kacang tanah, kacang hijau,ikan, tomat, gula pasir/aren, minyak goreng, susu, garam kasar/halus, daging ayam, dan daging sapi,yang dijual oleh para pedagang yang ada di pasar tradisional Mardika dan Batu Merah.

“Hasil pemantauan  tim Satgas Pangan, menemukan dari beberapa komuditi sembako yang dijual oleh para pedagang pasar Mardika dan Batu Merah, mengalami kenaikan. Dan merupakan temuan adalah daging Ayam Beku merek GG  (surabaya) yang dijual dengan Harga 40.000/Kg oleh pedagang, inisial H.W, sedangkan pedagang lainnya menjual dengan kisaran Rp. 35.000/Kg s/d Rp. 36.000/Kg,” ungkapnya.

Ditambahkan, selain itu dari hasil pantauan Tim Satgas Pangan, dikawatirkan sepanjang periode puasa ramadhan hingga Idul Fitri, konsumsi masyarakat dipastikan naik.

“Jadi  tidak menutup kemungkinan faktor naiknya permintaan akan dimanfaatkan para spekulan menimbun barang dan mendongkrak harga,oleh karena itu seyogyanya perlu dilakukan pemantauan terus-menerus,”pungkasnya.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *