AMBON,MRNews.com,- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Dr. Mahfud MD memuji Kota Ambon dan Maluku umumnya. Pasalnya secara keseluruhan kini sudah aman dan damai, dibandingkan dengan dahulu tahun 2000, ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada zaman Presiden Gus Dur, dimana saat itu, ketika berkunjung ke Ambon, kondisinya sangat mencekam karena dilanda konflik sosial. Selain aman dan damai, kota ini dilihatnya sudah sangat indah dan keren.
“Ambon sebagai kota yang keren dan indah. Ambon indah, sepanjang jalan dari Bandara hingga tiba di lokasi kegiatan, saya bisa menikmati keindahan Ambon,” ujar Mahfud kepada wartawan sambil mengangkat dua jempolnya ketika ditanya kesan pertama saat tiba di Ambon dan Maluku usai berbicara di seminar nasional Pesparani yang berlangsung di Islamic Center, Waehaong, Ambon, Rabu (31/10).
Diceritakan anggota dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, beberapa tahun lalu ketika datang ke Ambon, harus dikawal dari Bandara sampai ke lokasi kegiatan kantor Gubernur. Tapi sekarang, ketika dari Bandara sampai ke lokasi seminar, tidak dikawal tetapi jalan sendiri karena sudah aman dan damai, sehingga bisa menikmati keindahan alam Kota Ambon.
Ditanya apakan akan berkunjung ke pusat pariwisata di Maluku, Mahfud mengaku kedatangannya ini tidak memiliki agenda lain, mengingat ada tugas juga yang mengharuskan segera kembali ke Jakarta. “Hari ini saya belum berkunjung ke mana-mana, karena saya harus balik ke Jakarta, tapi sebenarnya saya sudah sering berkunjung ke Ambon, menikmati keindahannya,” katanya.
Dirinya berharap, Maluku harus tetap menjadi laboratorium kerukunan antar umat, antar suku dan agama. Sementara terkait budaya menyanyi sebagai pemersatu atau perekat NKRI, Mahfud mengaku meskipun jarang diperhatikan orang, tetapi sebenarnya lewat lagu atau nyantian adalah wadah mempersatu bangsa dengan beragam suku dan agama.
“Lihat saja, agar kita bisa bersatu, munculnya lagu Indonesia Raya, agar kita berani berperan, muncul lagu Halo-halo Bandung, lagu Maju Tak Gentar. Kemudian agar kemudian muncul kerukunan lagu-lagu daerah untuk memberikan semangat kebersatuan, sehingga kita merasa sama-sama Indonesia meski berbeda suku dan daerah. Baguslah,” tuturnya seraya menambahkan seminar nasional yang digagas bagus karena menginspirasi semua pihak untuk terus bersatu. (MR-02)












Comment