AMBON,MR.- Konser Music anak negeri Tahun 2018 digelar di Pantai dalam suasana yang santai. dalam memperingati hari music.yang digagas oleh PAPPRI Maluku, atas dukungan penuh Pemerintah kota Ambon melalui Dinas Pariwisata Kota Ambon sukses dilakukan. Kali ini Pantai menjadi target lokasi penyelenggaraannya. seperti yang digelar di Pantai Santai Beach,Latuhalat-Ambon, Minggu kemarin.dengan Tema “Bersama wujudkan Ambon,menjadi kota Music dunia”
konser ini, menampilkan sejumlah penyanyi lokal dari berbagai music gendre yakni: Nanala Voice, JP Band, Paradiso Band,Ama Rahman, Everd Kadir, Angki Ambon, Reza Miguel, Ayvie Johanis.
Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Maluku, Butje Tumaluweng kepada MimbarRakyatNews.Com di Ambon (2/04) menjelaskan, PAPPRI cenderung membuat kegiatan di pantai, lantaran ingin mengajak masyarakat menikmati music secara gratis, karena biasanya konser music hanya akan dinikmati pada lokasi tertutup, karena itu kali ini dilakukan di pantai.
“Banyak masyarakat yang menikmati pantai, karena itu kita hadir untuk masyarakat kalangan bawah di pantai, yang hanya dengan 5000 saja sebagai tiket masuk tempat wisata, masyarakat akan disuguhkan dengan penampilan penyanyi lokal secara gratis,” ucapnya.
Menurutnya, Pemkot Ambon, harus lebih lagi mendukung hal seperti ini, karena justru ivent seperti inilah yang sangat mendukung Ambon sebagai kota music
PAPRI Maluku juga, memberikan apresiasi positif kepada pemerintah kota Ambon , karena telah turut mensupport dana dalam kegiatan konser dimaksud termasuk AMO.
Dalam penampilan, terdapat berbagai music gendre baik music Jazz,music Dangdut, Rock.
Setelah pencanangan Ambon sebagai kota Music, sepertinya kota sudah mulai ramai, karena itu PAPPRI Maluku melirik pantai sebagai tempat pelaksanaan konser, agar kalangan bawah juga dapat menikmati music.
sasaran PAPRI, bukan hanya seniman music saja yang turut mewujudkan pengakuan Ambon sebagai kota music, tetapi juga support dari seluruh warga masyarakat.
“Tanpa dukungan masyarakat, tidak mungkin Ambon dapat menjadi kota music dunia, karena itu pendekatan dengan masyarakat melalui hal-hal positif ini seperti ini tentu akan turut memberikan dukungan dalam upaya bersama mewujudkan pengakuan versi UNESCO di tahun mendatang, sebagai the city of music” ungkapnya.
Tambahnya, seluruh elemen musik di kota ini harus lebih bersatu, terlebih para penyanyi dan pemusik dan pencipta lagu, agar animo musisi akan semakin meningkat.
untuk diketahui, sampai hari ini PAPRI mencatat, Seniman music di Ambon yang terbilang aktif, sebanyak seratus lebih dari keseluruhan gendre.( MR-06)
