AMBON,MRNews.com.- Dalam kurun waktu yang ditetapkan, dalam reses anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI. John Pieris turun langsung kepada konstituennya, yakni masyarakat dan melihat secara langsung kondisi di lapangan. sekaligus melakukan bhakti sosial tentang kemampuan mata membaca bagi lansia, dan pembagian kacamata secara cuma-cuma.
kali ini John Pieries mendatangi masyarakat di Desa Tawiri Air Manis dan kampung Batusori, kecamatan Teluk Ambon, kota Ambon ( 21/05)
Dalam dengar pendapat singkat yang dilakukan antara masyarakat dan JP, masyarakat keluhkan beberapa aspek diantara, mengenai infrastruktur yang rusak, ada juga alat-alat kesehatan pada puskesmas pembantu yang sudah rusak.
Nyatanga banyak aspirasi yg tidak terakses ke provinsi maupun kota. dengan anggaran yang terbatas tidak mungkin menangani infrastruktur yang rusak. sementara pada bidang kesehatan di Tawiri juga sangat parah.puskesmas pembantu alat2 kesehatan sudah rusak. memang ada di Puskesmas rawat inap di Laha, akan tetapi puskesmas pembantu ada pada Pustu desa dan harus ada dokter yang bertugas 24 jam kalau tidak bidan mantri,suster,apalagi desa-desa yangjauh dari kota.jauh dari Rumah Sakit. masyarakat akan semakin sulit jika sakit parah harus dibawa ke kota, orang bisa mati dengan mudah,hanya karena letaknya yang jauh kekurangan teknologi kesehatan.
masyarakat mengakui, sudah berulang kali menyurat ke dinas Kesehatan kota Ambon, namun tidak direspon denga baik.
Menyikapi hal tersebut, JP menyatakan, harusnya Dinas Kesehatan kota Ambon turun memantau apa yang diperlukan.Tetapi saya kira yang mengelola puskesmas atau pustu juga lebih giat lagi untuk meminta bantuan dana untuk memperbaiki atap-atap yg rusak,plafon2 yang retak,tetutama alat timbangan bayi dan alat tensi.
“Mereka sering menyurati dan tidak ada tanggapan, saya harus membeli dan memberikan kepada mereka. orang-orang lansia kan setiap minggu harus tensi.Tidak bisa karena sakit saja baru tensi. Karena pencegahan adalah bagian dari pengobatan itu,” Jelas Pieris.
JP beranggapan, anak muda jangan lagi bergantung pada sektor-sektor formal
karena masih adanya moratorium yang belum dibuka untuk Maluku. mestinya memacu diri pada sektor informal. dengan mengembangkan ekonomi kreatif sedemikian rupa agar dapat menyerap tenaga kerja.atau juga ada kreatifitas dari kepala-kepala desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa supaya menciptakan pekerjaan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
“Sudah saatnya desa berperan secara aktif kepada masyarakat, salah satunya adalah dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini ikan di Maluku cukup byk,transportasi darat laut cukup baik.kalau harap pemerintah juga tidak mungkin. apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah kita rata-rata rendah,” Demikian Pieris. (MR-06)
