Sejarah Enam Tahun, Baru Pernah Walikota Lantik Kepala Puskesmas

AMBON,MR.- Tercatat dalam sejarah kepemimpinan sebagai Wali Kota Ambon, kepala puskesmas diangkat dengan SK wali Kota Ambon. karena selama ini kepala puskesmas hanya diangkat dengan nota dinas dari kepala dinas.

dengan demikian kepala puskesmas hanya bertanggung jawab kepada kepala dinas,tetapi sekarang bertanggungjawab kepada Wali Kota melalui Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon.

“Selama enam tahun menjabat walikota, baru pernah saya tandatangani SK kepala sekolah, dulunya hanya diangkat dengan nota dinas berdasarkan keputusan kepala dinas, tetapi dalam rangka penataan birokrasi,maka seluruh pejabat di pemerintah kota pada tataran yang diatur oleh UU, harus diangkat dengan keputusan walikota,”

Demikian diungkapkan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat melantik kepala dua puluh dua puskesmas di kota Ambon yang berlangsung di Aula lantai tiga Puskesmas Waihaong kota Ambon (22/01)

Louhenapessy menyatakan, rolling dilakukan hanya untuk melegitimasi jabatan struktural yang ada di pemerintah kota Ambon,bahkan ada yang tetap dan ada yang harus bergerak  atas pertimbangan pengalaman, dan juga kebutuhan organisasi. oleh karena itu secara periodik akan dievaluasi.

Lanjutnya, pemerintah melalui presiden memberikan perhatian terhadap pelayanan dasar termasuk pelayanan kesehatan. oleh karena itu akan diupayakan agar seluruh puskesmas yang ada di kota Ambon harus dibenahi sebagai suatu pusat kesehatan masyarakat yang layak.

Dirinya mengingatkan agar tenaga medis ini, selain memperhatikan tugas-tugas medis tetpi juga aspek terkait lainnya yang ada di sekitar seperti menjaga lingkungan sekitar, kebersihan.

Salah satu hal yang paling menonjol kedepan adalah menyngkut digital sistem, entah kapan kota Ambon terutama dalam bidang kesehatan akan masuk dalam zona tersebut, tetapi pasti akan berproses sampai kesitu.

“Online sistem, akan berpengaruh positif terhadap pelayanan kesehatan yang dilakukan karena tingkat kecurangan atau mall administrasi akan sangat kecil, karena seluruh data pasien telah terkafer dan terekam rapi dalam sistem yang dijalankan, suka atau tidak suka, digital sistem akan mengikuti kita, seluruh aparatur kesehatan diminta agar dapat mempersiapkan diri menuju kondisi tersebut,”jelasnya. (MR-06)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *