NAMLEA,MRNews.- Untuk pertama kalinya digelar lawatan sejarah dan pameran provinsi Maluku di kabupaten Buru yang dibuka Asisten I Pemerintah Daerah(Pemda), Buru, Masur Mamulaty mewakili Bupati Buru, Ramly I. Umasugi.
Asisten I Masur Mamulaty mengatakan, kegiatan lawatan sejarah daerah Maluku dan pameran yang pertama kali di gelar di Bumi Bupolo, merupakan kegiatan yang positif sekaligus merupakan program unggulan balai pelestarian nilai budaya Maluku.
“Kegiatan ini dapat memberikan bentuk baru dalam mempelajari dan menggali sekaligus membangkitkan sejarah bagi siswa dan siswi, sehingga penanaman nilai sejarah bagi generasi muda di kabupaten buru dan rasa kesadaran memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di wilayah NKRI” ujar Asisten I.
Ditambahkan, memahami nilai sejarah baik itu nilai kepahlawanan para tokoh- tokoh yang gigih memperjuangkan kemerdekaan NKRI, sehingga dapat menumbuhkan idealisme dan jiwa patriotic untuk dapat mengisi kemerdekaan serta memperkenalkan objek- objek sejarah dan warisan budaya bangsa guna menumbuhkan sikap gemar melestarikan melindungi dan memelihara peninggalan sejarah dan tradisi.
Sementara itu, Ketua pelaksana, Retno Siahaan bersama Sembilan anggota dari Balai pelestarian nilai budaya(BPNB) Maluku- UPT dari Kemendikbud dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru mengatakan, kegiatan ini dibentuk sudah lama yaitu sejak tahun 1995, namun kegiatan lawatan sejarah dan pameran ini sudah dilakanakan di Maluku hanya saja kegiatan semacam ini baru pertama kali di gelar di Kabupaten Buru.
Momentum Pelatihan sejarah dan kesenian Kata Retno, dikhususkan kepada siswa yang duduk pada tingkat SMA Sederajat, hal ini dilakukan agar siswa dan siswa dengan sadar merasa kepercayaan tumbuh nilai kepercayaan sejarah sehingga akan terasa nilai tumbuh kebersamaan patriotisme pada diri dan dimasa akan dating.
Peserta yang diwakili mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 siswa pada jenjang tingkat SMA, SMK dan Aliyah dan kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari selain mengikuti materi juga terjun kelapangan pada objek sejarah yaitu Lokasi Bangker, Lapter, Taman Makam Pahlawan, Rumah Residen (Kediaman Belanda Mr Gasfer) Gedung Juang, Sekolah Cina, Penjarah Zaman Jepang dan Tuguh Kedatangan Bung Karno.(MK-06).
