Jokowi Kalahkan Prabowo di Survey Capres Indomatriks

AMBON,MRNews.com,- Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sulit ditandingi rivalnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam bursa calon presiden (Capres) 2019 mendatang. Hal itu terlihat dari hasil survey Indomatriks yang baru dirilis, dimana Jokowi mengalahkan Prabowo dengan selisih cukup jauh yakni 70,21 persen berbanding 18,24 persen.

“Survey top of mind Capres ini kita lakukan bersamaan dengan survey Cabup-Cawabup kabupaten Maluku Tenggara (Malra) pada periode 1-7 Juni 2018. Hasilnya, jika Pilpres dilakukan saat survey maka pa Jokowi yang dipilih masyarakat dan unggul jauh atas Prabowo Subianto,” tandas Direktur Indomatriks Consultan Maluku, Bramsen Malakauseya dalam persentasenya kepada media di Manise Hotel, beberapa hari lalu.

Menguntit di belakang Jokowi dan Prabowo, kata Malakauseya, ada politisi Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 0,93 persen, mantan panglima TNI Gatot Nurmantio 0,41 persen, ekonom Rizal Ramli 0,33 persen, Ketum NasDem Surya Paloh 1,22 persen, politisi PKS Anis Matta 0,21 persen, politisi Golkar Aburizal Bakrie 0,42 persen, lainnya 3,91 persen, rahasia/BM/TT/TJ 4,12 persen.

Sementara itu, pada survey Cawapres, diakui Malakauseya, dipuncaki juga oleh incumbent, Jusuf Kalla dengan 32,21 persen. Berada di belakang JK, ada nama ketua umum PKB/wakil ketua MPR, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 13,24 persen, Moeldoko 10,53 persen, AHY 8,11 persen, Gatot Nurmantio 6,03 persen, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) 5,92 persen.

Selanjutnya, ketua umum PPP Muhammad Romahurmuzy 1,87 persen, Mahfud MD 1,83 persen, ketua umum Golkar Airlangga Hartarto 1,66 persen, menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti 0,49 persen, ketua umum Perindo Hary Tanoe 0,44 persen, Menkeu Sri Mulyani Indrawati 0,38 persen, ketua umum PBNU Said Aqil Siradj 0,09 persen, lainnya 6,63 persen, rahasia/BM/TT/TJ 11,59 persen.

“Lewat data yang disajikan, dimana menggunakan metode survey multistage random sampling, 440 sampel responden, wawancara tatap muka, instrumen kuesioner dengan margin of eror 4,00 persen, maka untuk Cawapres segala kemungkinan masih bisa terjadi. Sedangkan Capres sulit bergeser dari dua nama itu dan berpeluang bersaing di Pilpres 2019 jika tidak ada poros ketiga,” demikian Malakuseya. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *