AMBON,MRNews.com,- Persepsi buruk dari politik sebetulnya pada pernyataan atau janji yang tidak seratus persen ditepati. Faktanya bahwa ada janji yang terpenuhi, total seratus persen. Ada yang setengah, bahkan janji itu sering kosong. Ucap dan tindak tidak sejalan.
Tentang janji, pasca kekalahan pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) di Kota Ambon, muncul tuntutan mundur politisi Partai Golkar Maluku, Richard Rahakbauw, dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku.
Kursi itu pastinya sesuatu yang sangat mahal dari beringin.
Dia rela meninggalkannya jika SANTUN kalah di Kota Ambon. Terhadap janji ini, banyak yang mendesaknya mundur. Tidak sedikit pula yang ingin Richard Rahakbauw bertahan.
Nah, lantaran semalam tak ada siaran bola sepak dunia di Russia, terbangun “pagi buta” saya membaca kabar politisi Partai Golkar itu benar-benar mengundurkan diri dari jabatannya. Prosesnya sedang menunggu sikap partai yang bersangkutan. Surat pengunduruan diri sudah dilayangkan.
Dalam hati kecil, saya coba mengingat-ingat diskusi lepas di RK Moro, beberapa waktu lalu bersama seseorang yang saya kagumi. Tidak serius tetapi kami saling memahami jika langkah mundur ditempuh Richard Rahakbauw, maka kekalahan SANTUN dan efek bandul politik sesungguhnya dikendalikan secara positif oleh Richard Rahakbauw.
Seperti ini, tentu tidak lazim dalam budaya politik kita. Tetapi mengambil sikap tegas mengundurkan diri, sesungguhnya dirindukan rakyat. Richard Rahakbauw membuktikan KOMITMEN walau pada mulanya desakan mundur bisa terindentifikasi datang dari lawan politik yang memenangkan perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur. Lawan politik pun hanyalah mereka-mereka yang bekerja untuk pasangan pemenang, bukan Murad Ismail-Barnabas Orno.
Pilkada sudah berakhir. Richard Rahakbauw telah memberikan semangat baru pentingnya memenuhi janji politik. Karena itu, menyambut Maluku baru, pemimpin baru, kiranya langkah politisi muda ini bisa diikuti oleh Murad Ismail-Barnabas Orno. Ada banyak janji yang sudah kita dengar bersama.
Semoga Maluku baru yang dirindukan itu, terus bergerak maju bersama pemimpin baru.
Janji-janji tersebut biarlah sementara waktu diingat saja, simpan di dalam hati, jangan dituntut. Kita tunggu setelah pelantikan Murad Ismail-Barnabas Orno. Bagi yang tidak memilih Murad Ismail-Barnabas Orno, ingat jangan tagih janji, tapi tetap berpartisipasi dengan cara masing-masing, membangun Maluku, secepatnya keluar dari kemiskinan.
Kekalahan di Kota Ambon mungkin saja menyesakkan dada sehingga butuh ruang baru guna menata sebuah kebaruan.
Apa mungkin itu bisa dirajut dari Pulau Seram? Terserah pemimpin baru kita.
Salam DEMOKRASI..!!
