GPM Gelar Workshop Penyusunan Pedoman Nilai Kearifan Lokal.
Agama 

AMBON,MRNews.com,- Merasakan kearifan lokal penting ditampilkan dalam kehidupan pelayanan bergereja, maka Gereja Protestan Maluku (GPM) melalui lembaga pembinaan jemaat (LPJ) menggelar workshop penyusunan pedoman nilai-nilai kearifan lokal, yang dihadiri pendeta perwakilan tiap klasis.

Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta A.J.S Werinussa saat membuka workshop tersebut mengatakan, workshop ini penting diikuti para pendeta karena ada muatan-muatan materi yang disampaikan narasumber sebagai langkah awal menyusun pedoman nilai kearifan lokal lewat perspektif antropologi, sosiologi, teologi dan liturgi bagi jemaat-jemaat di GPM.

“Para pendeta harus bisa menjadi agen untuk menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal dalam khotbah, refleksi, pergembalaan maupun perjumpaan sosial dalam berjemaat serta pelayanan setiap waktu. Ini sebagai bentuk GPM ada selaku gereja orang basudara,” tandas Werinussa di Aula Sinode GPM, Selasa (17/7/2018).

Salah satu narasumber yang juga akademisi UKIM, Pendeta Steve Gaspersz dalam materinya mengaku, berbicara kearifan lokal tidak harus soal konsep tapi paling penting pencatatan, dan GPM-kearifan lokal itu dimotori oleh pendeta GPM yang setiap saat ada di jemaat. Apalagi paradigma kebudayaan akan tetap mewarisi nilai karena kita yang menciptakan budaya.

“Setiap pendeta GPM adalah etnografer ulung. (Mencatat setiap aktivitas yang dilakukan dalam pelayanan maupun perjumpaan sosial, budaya). Karenanya, diperlukan ketekunan dalam pelayanan dan menulis setiap pengalaman, pengetahuan, relasi dan interaksi berjemaat. Mencatat secara serius hal-hal tersebut serta didokumentasi menjadi kuncinya,” jelas Gaspersz.

Sedangkan narasumber lainnya yakni akademisi Unpatti, Prof Dr. Min Soselissa (aspek antropologi), akademisi UKIM, Pendeta Roland Samson,MA(aspek teologi) dan Pendeta Pieter Salenussa (aspek liturgi). (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *