AMBON,MRNews.com,- Pelaksana (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua di hadapan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin memastikan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar Pilkada di Maluku bisa berjalan aman, damai dan sejahtera.
“Sebagai pemerintah daerah tentu kita bertanggungjawab penuh sukseskan Pilkada. Karena itu, kita akan berupaya semaksimal mungkin supaya Pilkada Provinsi, kabupaten Malra dan kota Tual berlangsung aman, damai dan sejahtera,” tukas Sahuburua ketika acara Rapat Kerja Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Maluku tahun 2018, dan Silaturahmi Pimpinan Lembaga Keagamaan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, di Kota Ambon, Senin (5/3).
Sahuburua katakan, tahun ini adalah tahun politik. Ada 17 provinsi di tanah air yang akan menggelar Pilkada, dengan 115 kabupaten dan 39 kota. Maluku sendiri menggelar Pilkada di Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, serta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Maluku.
“Untuk Pilgub, di Maluku ada tiga (3) pasangan berkompetisi. Mudah-mudahan dari ketiganya, akan terpilih pemimpin yang baik untuk memimpin Maluku lima (5) tahun kedepan,” harapnya.
Karena itu, Sahuburua menilai rapat kerja ini penting. Guna menyamakan persepsi, introspeksi dan re-evaluasi diantara Kemenag Maluku maupun pimpinan lembaga keumatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda di Maluku, berkaitan dengan pembinaan umat.
“Kenapa saya katakan penting? Karena disini kita akan melakukan introspeksi dan re-evaluasi terhadap program yang sudah dibuat selama 1 tahun. Saudara Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku akan melakukan penilaian terhadap semua program yang dilakukan, khususnya dalam persiapan pembinaan umat apa yang telah dilakukan,” sebut Sahuburua.
Kepada Kakanwil Kemenag, Sahuburua menitip pesan agar selain membina umat, juga terus berkoordinasi dengan para pimpinan umat yang ada. Supaya pembinaan bisa dilakukan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang dilaksanakan, agar betul-betul bisa mencapai hasil lebih baik kedepannya.
“Visi-Misi Gubernur sampai 2019 nanti, sesuai yang saya sampaikan, mantapnya pembangunan Maluku yang aman, rukun, damai, sejahtera, religius, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan. Semuanya bisa berjalan bila rakyat bersatu dan mau. Tapi kalau tidak bisa, tanggungjawab kita selaku pemimpin menciptakan suasana ini pada waktu akan datang,” harap Sahuburua.
Pasalnya, tambah Sahuburua sebagaimana yang disampaikan Kakanwil Kemenag, Maluku merupakan salah satu dari tiga provinsi dengan tingkat kerukunan beragama paling tinggi di tanah air, yaitu NTT, Bali dan Maluku. Kemudian dari 10 kota di tanah air yang memiliki toleransi tertinggi, masuk juga nama Kota Ambon dan Kota Tual. Sehingga, prestasi ini merupakan satu kebanggaan bagi Maluku.
“Kepada Walikota kedua daerah tersebut, saya memberi apresiasi tinggi kepada Walikota dan jajarannya, sehingga apa yang kita harapkan, Maluku aman, rukun, damai, sejahtera, religius, berkualitas, berkepribadian, demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan dapat terwujud,’’ demikian Sahuburua.(MR-05)
