AMBON,MRNews.com,- Calon Gubernur Maluku terpilih versi quick count, Murad Ismail meyakini dirinya bersama calon Wakil Gubernur, Barnabas Orno akan amanah, jujur dan adil serta dapat melayani masyarakat Maluku, ketika pada waktunya ditetapkan KPUD Provinsi Maluku sebagai pemenang Pilkada Maluku dan dilantik bulan Maret 2019 sebagai Gubernur-Wagub Maluku. Tentu dalam harapan, proses perhitungan di KPUD dan tingkatannya tidak ada masalah, sehingga hasilnya bisa ditetapkan.
“Ini janji kita. Karena jabatan itu anugerah, tetapi juga bisa jadi bencana jika tidak jujur, adil dan amanah. Bila sudah resmi ditetapkan dan dilantik, kami akan laksanakan amanah ini dengan baik. Kami ingin mendarmabatikan diri bagi bangsa dan daerah. Kami tidak mencari apa-apa di Maluku, hanya ingin mengabdi. Tujuan kami agar Maluku bisa keluar dari segala permasalahan pembangunan,” tandas mantan Dankor Brimob Polri itu kepada wartawan, Sabtu (30/6/2018).
Sejumlah pihak termasuk Presiden Jokowi kata Murad, telah memberi selamat kepadanya dan Orno, dengan harapan
ditangan keduanya Maluku berkembang lebih baik. Karenanya, menjadi kepala daerah ada tiga tugas utama menjadi prioritas selama 5 tahun yakni mengentaskan kemiskinan, mensejahterakan rakyat dan menjaga kelestarian alam lingkungan.
Sejumlah janji-janji pun dilayangkan Murad kepada rakyat Maluku, selain entaskan kemiskinan, mengaliri listrik di seluruh desa/negeri di seluruh Maluku, tetapi juga akan memindahkan ibukota provinsi Maluku dari Kota Ambon ke Makariki, kota Masohi kabupaten Maluku Tengah. Bahkan, dirinya berjanji akan bersama DPRD Maluku berjuang dan mendorong DPD-DPR RI supaya UU provinsi kepulauan dan lumbung ikan nasional bisa ditetapkan, guna menuju kesejahteraan daerah dan masyarakat.
“Seorang kepala daerah tidak bisa mengharapkan APBD saja tapi harus punya inovasi,kreatif dan miliki jaringan luas. Kebetulan saya punya, terutama jaringan dengan pemangku kekuasaan di pusat. Baik eksekutif (menteri dan Presiden pun berhubungan baik) maupun legislatif (Ketua DPR, MPR dan DPD). Dengan kemampuan yang dimiliki, saya akan datang, minta ke Presiden, harus ada orang Maluku di kabinet nanti, sekalipun mengemis. Ini harus kita lakukan,” jelas Murad.
Bahkan tambah mantan Kapolda Maluku itu, dirinya sudah berbicara dengan sejumlah menteri yakni Menteri ESDM, Menteri PUPR, dan Menhub. Listrik harus masuk ke Maluku tahun 2021-2022, bila dimungkinkan di 2019 sudah bisa. Dibangunnya 100 sumur, dimana 1 sumur bisa melayani 2500 KK, terutama daerah minim air bersih. Lalu pembangunan di tiap kabupaten/kota minimal ada dermaga besar. Kemudian, soal infrastruktur dan perumahan. Dimana ada 136 ribu rumah tidak layak huni, dan diarahkan manfaatkan BPJN dan BWS di Maluku.
Selain itu, dirinya juga sudah berbicara dengan Dirut PT Telkom dan manager pemasangan tower, supaya palapa ring tengah masuk ke Maluku melalui pemasangan cabel fiber optic. Dengan bentangan ke laut sepanjang 2700 KM dan darat 1200 KM. Dimana Nusalaut dan Desa Ambalau, didahulukan ada tiang pemancar. Upaya ini untuk mendigitalkan anak-anak Maluku sampai ke pelosok, sehingga mereka dan masyarakat bisa terhubung ke dunia luar, menjual produk unggulan dan parawisata Maluku.
“Memindahkan ibukota juga prioritas kita, supaya bisa dibangun infrastruktur secara baik dan merata. Ambon biar saja jadi kota dagang, pendidikan dan lainnya. Kantor dan pemerintahan pindah, namun di Ambon juga ada. Pokoknya percaya saya dan pa Abas, kita amanah. Karena kita putera daerah yang cinta negeri ini. Maluku harus maju, tidak boleh lagi dianaktirikan, tapi diperhatikan. Saya sebagai stabilisator dan dinamisator untuk 11 kabupaten/kota,” tutup Murad. (MR-05)
