AMBON,MRNews.Com.- Jhony de Queljoe mengaku siap membantu pemerintah dalam mengembangkan daerah Maluku terutama dalam bidang pariwisata, melalui laut. Karena dirinya memiliki kapal yang dapat dijadikan penunjang. Ungkap de Queljoe usai peresmian kapal Cantika Lestari 9C di pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Sabtu kemarin.
de Queljoe menyatakan, sebagai putra daerah, dirinya memiliki cita-cita dan impian dalam mendorong pembangunan di daerah ini, namun sayangnya keinginannya tidak didukung oleh Pemerintah daerah Maluku. baik datinsegi promosi maupun yang lainnya.
“Saya pernah membahas masalah ini dengan mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff namun tidak ada tindakan di lapangan, hanya begitu saja,” jelasnya.
Tambah de Queljoe, Pulau Banda misalnya, yang sudah terkenal sejak dulu kala, tetapi justru tingkat kunjungan wisatawan tidak terlalu baik, itu karena pemerintah kurang menaruh perhatian, kasihan, padahal dibandingkan raja ampat di Papua yang terkenal saat ini, justru Banda sudah lebih dulu terkenal.
“Banda ini kota tertua, wisatawan di dunia sudah tau tentang keberadaan Banda di Maluku, tetapi sekarang Raja Ampat lebih terkenal, karena pemerintah Maluku kurang promosi, tidak ada akomodasi, fasilitas dan infrastruktur juga tidak memadai, ini kelemahan kita,dan tantangan bagi pemerintah daerah,” umbarnya.
Sementara untuk pariwisata di Ora, tidak ada dermaga untuk kapal berlabuh, fasilitas juga masih kurang. bagaimana mungkin wisatawan akan datang berkunjung.
Dirinya berharap, kedepan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap seluruh lokasi pariwisata yang ada di Maluku. Sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk Maluku di bidang pariwisata dengan hadirnya touris. (MR-06)
