AMBON, MRNews.- Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae mengatakan jika sejak dibangun hingga kini gedung DPRD Maluku yang berada di Karang-Panjang-Ambon, belum pernah direnovasi. Karena itu, dengan usia belasan tahun bahkan akibat gempa beberapa waktu lalu terjadi berbagai kerusakan yang cukup parah. Ironosnya dari pantauan kami, gedung yang nampak megah dari luar, dalamnya sudah keropos dimakan rayap.
“Sejak dipergunakan tahun 2007 gedung ini belum pernah direnovasi. Bahkan hampir semua ruangan sudah bocor termasuk ruang paripurna , karena itu, kami mengundang dinas pekerjaan umum untuk membicarakan kalau bisa gedung DPRD ini direnovasi” ujar Huwae, siang tadi.
Menurut Huwae, dengan pertimbangan jika dibiarkan maka tentunya kerusakan akan semakin parah sekaligus mengganggu tugas-tugas DPRD . Dinas Pekerjaan Umum bahkan mengusulkan untuk direnovasi tahun ini namun dengan berbagai pertimbangan maka kami inginkan untuk tahun 2019 baru direnovasi.
“Jika teman-teman melihat ke ruangan anggota dan pimpinan maka ada begitu banyak kerusakan yang cukup parah termasuk di ruangan saya yang sudah tidak bisa lagi tambal sulam dan terpaksa saya harus pindah ruangan. Jika banyak tamu yang datang saya cukup malu juga karena terdapat bocor disana-sini” urai Huwae.
Karena itu, menurut Huwae akan segera dibuat perencanaan agar bisa dipastikan kerusakan-kerusakannya. Bahkan dengan rencana anggaran Rp 8 Miliar untuk renovasi itu terbilang kecil . Karena itu dirinya berharap renovasi yang dilakukan dapat terencana dengan baik. (MR-01)
