AMBON,MRNews.Com.- Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Maluku posisi Februari 2018 tercatat meningkat sebesar 15,17% (yoy) atau senilai Rp1,47 Triliun menjadi Rp11,15 Triliun, meningkat
dibandingkan posisi Januari 2018 yang tercatat sebesar 14,53% (yoy) dan masih lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional posisi Februari 2018 yang tercatat sebesar 8,24%.
Peningkatan tersebut masih didominasi kredit konsumtif sebagai penyumbang terbesar yaitu pada sektor Bukan Lapangan Usaha Lainnya sebesar Rp456,02 Miliar (15,81%) dan Rumah Tangga Untuk pemilikan peralatan rumah tangga Lainnya sebesar Rp443,01 Miliar (13,97%). Demikian ungkap Kepala OJK Maluku, Bambang Hermanto Kepada wartawan di kantornya pekan kemarin.
Selain itu dari sisi sektor Produktif juga semakin menunjukan kontribusi yang terus meningkat sebagaimana terlihat pada Perdagangan Besar dan Eceran yang meningkat sebesar Rp256,68 Miliar (13,07%) dan sektor penyedian akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar Rp71,41 Miliar (50,85%).
Lanjut Hermanto, secara nominal, portofolio penyaluran kredit di Provinsi Maluku posisi Februari2018 masih didominasi oleh sektor Rumah Tangga dan Bukan Lapangan Usaha Lainnya Kredit Konsumtif sebesar 70,34% dari total kredit, diikuti oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran (19,91%) dan sektor konstruksi (2,05%).
Dari sisi risiko kredit, tambah Hermanto, pada posisi Februari 2018 rasio on Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Maluku sebesar 1,3496, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Januari 2018 yang tercatat sebesar 1,30%, namun masih lebih rendah dari NPL nasional yang tercatat sebesar 2,96 persen.
sementara berdasarkan data yang dihimpun dari bank-bank pelaksana KUR, tercatat sampai dengan
posisi Bulan Februari 2018 sebanyak 33.985 debitur, meningkat dibandingkan dengan akhir tahun 2017 yang tercatat sebanyak 3.547 debitur.
Baki debet KUR Februari 2018 sebesar Rp543,74 Miliar meningkat 17,62% (ytd) atau sebesar Rp81,44 Miliar dibanding posisi Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp462,30 Miliar. Kualitas kredit KUR sedikit menurun, terlihat dari rasio NPL yang tercatat sebesar 2,47%, sedikit meningkat dari Desember 2017 sebesar 2,08% (MR-06)
