AMBON,MRNews.com,- Gaya beramal yang kreatif dan unik untuk korban Gempa Lombok, NTB. Berbekal dua mesin tik dan sejumlah bongkahan kertas, sepasang kekasih Theoresia Rumthe (Theo) dan Weslly Johannes, duo penyair Maluku mengetik satu per satu para pengunjung café yang mendaftar untuk dibuatkan sebuah puisi dari nama pengunjung itu di sudut ruang Kopi Dolo, Kamis (16/8/18) malam. Setelahnya, bisa beramal Rp 5000 untuk sekali dibuatkan puisi.
Di sebelah keduanya, ada pelukis Theizard Saiya yang duduk di pojok sambil membuat sketsa model di hadapannya. Untuk sketsa, sang model dapat menyumbang hanya Rp 15.000. Cukup banyak yang mengantri memang, pada kedua lapak ini. Namun lebih didominasi oleh kaum muda. Bahkan, sudah melewati waktu yang dijadwalkan pun, terlihat lapak dan seputaran cafe masih padat.
Hasil puisi dan sketsa wajah langsung dibawa pulang. Memang, sambil ngopi tetapi juga beramal dan dapat karya dari penyair dan pelukis handal. Sebagaimana nama kegiatannya, lapak empati untuk Lombok.
“Seluruh pemberian yang terkumpul akan kami kirimkan kepada saudara-saudari korban gempa di Lombok melalui Yayasan Pasir Putih, Lombok,” demikian pesan yang tertulis pada poster kegiatan itu.
Membuat sesuatu yang unik dan kreatif untuk amal seperti ini, karena menurut Wesly salah satu penggagas kegiatan, sebab ngopi tak sekedar minum kopi, tetapi juga berbuat baik. (MR-02)
