Komitmen & Konsisten, RR Resmi Mundur Dari Waket DPRD Maluku

AMBON,MRNews.com,- Politisi kawakan Partai Golkar Maluku, Richard Rahakbauw (RR) komitmen dan konsisten untuk menepati janjinya dengan resmi mundur dari kursi Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, terhitung sejak, Rabu (4/7/2018). Hal itu dilakukannya usai penetapan hasil pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Maluku tingkat Kota Ambon oleh KPU, yang dimenangkan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT), bukan pasangan yang diusung partainya, Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN), sebagaimana janjinya beberapa waktu lalu.

“Pilkada sudah selesai, tinggal tahapan di KPU. Tapi sudah diketahui, hampir pasti pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno yang terpilih memimpin Maluku lima tahun kedepan, tentu atas kehendak Tuhan dan rakyat. Karenanya untuk memenuhi janji dan wujud komitmen saya, saya nyatakan mundur dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku,” tandas RR kepada awak media di ruang fraksi Golkar DPRD Maluku, Rabu (4/7) malam.

Surat pernyataan mundurnya kata RR, telah dimasukan ke DPD dan DPP Golkar sejak 28 Juni 2018, tinggal memproses dan menindaklanjuti sesegera mungkin agar kedepan bisa terjadi pergantian pimpinan DPRD, guna melaksanakan tugas-tugas sebagai pimpinan DPRD dan membantu rekan di DPRD untuk memperlancar tugas dan tanggungjawab sebagai anggota DPRD.

“Saya berterima kasih kepada seluruh kader di 11 kab/kota, yang telah bekerja keras memenangkan pa Bib dan pa Andre, tetapi hasilnya berbeda. Demikian bagi semua relawan yang berjuang dengan gigih untuk hal sama. Seluruh kader pasti kecewa, tapi yakin dan percaya itu bukan akhir segalanya. Jangan berkecil hati. Juga kami mohon maaf kepada pa Bib dan pa Andre, sebagai kader kami sudah berjuang agar menang, tapi belum berhasil. Harapannya, kepemimpinan Maluku kedepannya jauh lebih baik dari sudah ada saat ini,” jelasnya.

Bagi RR, kata mundur itu tidak sulit. Karena jabatan hanya titipan dan anugerah dari Tuhan untuk dijalankan sementara waktu, guna melihat kepentingan rakyat yang telah memilih dan mempercayakannya. Sehingga dipahami bahwa secara moral, harus dipertanggungjawaban. Meskipun kekalahan di kota Ambon menjadi tanggungjawab bersama dan harus tetap bersatu.

“Ini khan proses politik, jadi tergantung partai. Saya serahkan sepenuhnya saja kepada partai, terima pengunduran diri saya atau tidak. Karena mekanisme dan selanjutnya, bukan kewenangan saya. Ini untuk menunjukkan komitmen dan harapannya sikap saya juga nantinya diikuti politisi-politisi lain. Saya juga sudah siap-siap meninggalkan rumah dinas,” jelasnya.

Atas hasil Pilkada khususnya di Kota Ambon, bagi RR, tidak perlu saling menyalahkan satu dengan lainnya (mengkambing hitamkan). Namun menyatukan hati, bulatkan tekad dalam kebersamaan dan fokuskan diri menghadapi Pileg 2019 di 11 kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI, dimana kader-kader Golkar akan bertarung nantinya, serta Pilpres yang arah partai telah jelas mengusung Presiden Joko Widodo.

“Kita harus berjiwa besar menerima kekalahan, tetapi juga berbicara dan perbuatan harus sama. Jangan katakan lain, bikin lain. Saya bukan tipe itu dan selaku senior harus menjadi contoh untuk kader partai dan politisi lainnya. Sekarang, mari kita satukan hati dan tekad bersama serta fokus hadapi Pileg dan Pilpres, Golkar harus menang,” tutup legislator dapil Kota Ambon itu.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu saat rapat akbar partai Golkar Kota Ambon jelang Pilgub, RR menegaskan bila calon kepala daerah-wakil kepala daerah yang diusung partai Golkar, Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) kalah di Kota Ambon, maka dirinya mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *