AMBON,MRNews.com,- Sebagai salah satu Kota di Indonesia yang serius dalam mengembangkan sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan(Kemenparbud) RI memberikan penghargaan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award (YOWITA) tahun 2018 kepada Kota Ambon. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Staf Ahli Mendagri, Reydonnyzar Moenek dan diterima Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, di Gedung Sapta Pesona Kemenparbud RI, Jumat (20/7/2018) malam.
Diketahui, Kota Ambon mendapat penghargaan YOWITA pada kategori Kabupaten/Kota terbaik se-Provinsi Maluku. Karena dipandang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah.
“Penghargaan diberikan kepada Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang dinilai serius dalam mengembangkan sektor pariwisatanya . Proses penilaiannya dilakukan sejak bulan Januari hingga April lalu, dengan mengumpulkan data kinerja dari 514 Kabupaten/Kota yang berkaitan dengan sektor pariwisata melalui empat (4) indikator,” tandas Ketua Dewan Juri YOWITA 2018, Didien Djunaedy.
Mendagri, Tjahjo Kumolo yang diwakili Staf Ahli Mendagri Reydonnyzar Moenek dalam sambutannya mengaku, pihaknya memandang penghargaan ini memiliki nilai strategis sebagai komitmen bersama dan kerjasama guna membangun pariwisata, baik dari stakeholder di daerah maupun pusat. Pasalnya, pariwisata berhasil memberikan dampak multiplayer. Apalagi, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sementara giat-giatnya mengembangkan dan meningkatkan sektor tersebut.
“Penghargaan ini bentuk komitmen mereka membangun pariwisata yang nantinya berdampak pada meningkatkannya pendapatan ekonomi daerah. Karena diperkirakan nantinya akan ada 17 juta wisatawan yang mengunjungi Indonesia dalam tahun ini. Untuk itu, Kabupaten/Kota terus berkomitmen meningkatkan peran kepala daerah dalam meningkatkan pariwisata di daerah masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Kebudayaan (Menparbud) RI, Arief Yahya memberikan apresiasi kepada semua kepala daerah yang telah meningkatkan sektor pariwisata di daerahnya. Karenanya, penghargaan itu penting. Sebab, bila dicontohkan jika ingin jadi pemain dunia harus menggunakan global standars. Sama halnya, YOWITA tahun 2018 itu memiliki unsur 3C yakni; calibration (kalibrasi), confidence (kepercayaan diri), credibility (kredibilitas).
“Kesuksesan suatu daerah terletak karena ada unsur 3 A (Atraksi, Aksestabilitas dan Amenitas). Untuk itu, Kemenparbud menargetkan 20 juta wisatawan yang akan mengunjungi Indonesia di tahun 2019. Guna mencapai target tersebut, saya himbau semua kepala daerah untuk memelihara dan memperbaiki infrastruktur penunjang pariwisata (aksestabilitas) yang ada di daerah masing-masing,” himbau Arief.
Sedangkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, adanya apresiasi Kemenparbud lewat YOWITA 2018 ini, maka Kota Ambon akan terus mengembangkan sektor pariwisata, untuk dapat mewujudkan Ambon sebagai destinasi wisata tahun 2020. (MR-02/Diskominfo-AmQ)
