Dishub Bakal Tegas Tata Parkiran dan Jukir

AMBON,MRNews.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon bakal terus mempertegas penataan sejumlah parkiran yang masih semrawut di beberapa titik di kota Ambon. Termasuk menertibkan Juru Parkir (Jukir) agar mengikuti aturan. Hal ini berangkat dari penilaian Ombudsman beberapa waktu lalu yang menilai penataan parkiran di Ambon masih belum maksimal, meski kenyataannya sudah.

“Penataan perparkiran kota Ambon saya rasa sejauh ini sudah maksimal. Kalau dalam pandangan yang berbeda, tentu kita akan terus tegas dan tata sehingga tidak lagi semrawut. Juga Jukir legal maupun illegal pun menjadi perhatian,” tandas Pelaksana Tugas (Plt) Kadishub Kota Ambon, Robby Sapulette kepada media ini, Rabu (18/4).

Jikalau dalam aspek Jukir salah satunya yang belum menggunakan rompi, kata Sapulette, Dishub sudah membagikan kepada mereka dan senantiasa memakainya. Karena itu pula, pihaknya terus mempertegas juga kepada pengelola parkir agar dapat mengontrol dan memperhatikan kelengkapan Jukir yang harus terpakai tiap bertugas.

“Kalau mungkin si A yang menggunakan rompi menagih dan masuk makan, terus orang lain menggantikan dia yang tidak memakai rompi, sah saja. Tetapi kita sudah pertegas kepada pengelola parkir, supaya seluruh Jukir memakai rompi dan kelengkapan lain, ID Card, harus jelas,” tukasnya.

Sedangkan untuk penataan parkir di kawasan pasar dan pantai mardika, kata Sapulette terus berjalan oleh petugas Dishub maupun Satpol PP. Terutama dalam upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tertib.

“Sering ada truk bongkar muat memakai bahu jalan untuk parkir, termasuk di jalan Slamet Riyadi, sehingga timbulkan kemacetan. Ini yang jadi perhatian. Apalagi tidak ada rambu parkir, maka tidak boleh parkir. Sehingga petugas penertiban Dishub akan berupaya tertibkan. Juga di kawasan depan pangkalan speed boat Mardika yang semrawut bakal ditindak pula,” tegas Sapulette.

Memang, di kawasan itu tambahnya, sudah ada marka parkir, yakni parkir seri, bukan paralel. Sehingga harus parkir sesuai marka parkir tersebut dan tidak boleh parkir double. Bila double parkir, maka itu kesalahan dari Jukir. Sehingga mesti dipahami harus berjalan sesuai marka yang sudah disediakan.

“Kadang kala orang sampai disana, parkirannya sudah penuh, dia sengaja parkir double, itu tidak boleh. Kita serius dan akan tertibkan semua itu. Tertibkan juga pengelola parkir supaya tegas, agar tidak boleh ada parkir double, karena dapat menimbulkan kemacetan. Termasuk juga para Jukir,” tutupnya. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *