AMBON, MRNews.com.- Seluruh umat Budha di Maluku merayakan Tri Suci Waisak ke 2562 BE/ Tahun 2018. yang dipusatkan di rumah ibadah Vihara Swara Giri Tirta-Gunung Nona Ambon (29/05) ibadah dalam susasana yang aman dan damai, atas kerjasama pihak kepolisian daerah Maluku dan Polres Pulau Ambon dan PP.Lease. meskipun dibarengi dengan hujan lebat.
“Sebagai umat kita menyadari situasi alam apapun yang terjadi, semua adalah pemberian Tuhan yang maha kuasa, perayaan Waisak tahun ini dibarengi dengan hujan lebat, akan tetapi kita
tetap bersyukur, karena sesuangguhnya ada hikmat yang dikehendaki oleh maha kuasa,” akuinya.
Hari Waisak tahun ini dibawah sorotan tema, Transforasikan kesadaran delusi menjadi kesadaran murni dan sub tema, marilah kita bersama-sama berjuang mengalahkan sang ego.
Ketua Perwakilan Umat Budha (Walubi) Provinsi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa kepada wartawan di Vihara menyatakan, tema kali ini memiliki makna yang mendalam. artinya sesuatu hal
perlu dinikmati dan ditrasformasikan terhadap sebuah informasi atau berita secara baik. transformasi membutuhkan waktu yang panjang, bukan serta merta langsung ditangkap.Oleh karena itu
dengan delusi, manusia harus belajar tahap demi tahap guna memahami apapun berita dan pembelajaran agar dapat diambil hikmahnya.
Jika memang dapat dilakukan dengan baik, dapat dipastikan manusia akan muncul dengan pemikiran positif yang disebut dengan kesadaran murni. dengan kesadaran itu,manusia akan mampu
mengambil langkah yang positif. sehingga dapat membangun kebersamaan, harmonisasi dan kedamaian sesuai dengan tanggungjawab dimanapun dirinya berada sebagai umat beragama. termasuk di Maluku.
Dengan semangat perayaan Waisak kali ini, Walubi Maluku berharap kepada seluruh elemen teristimewa masyarakat yang berkeinginan Budhis agar hidup dan keharmonisan dan kedamaian. jika tidak, sia-sia semua yang dilakukan itu kunci dalam hidup bermasyarakat di Maluku.
Sehubungan dengan akan digelarnya momentum politik di Maluku nanti, dirinya juga menghimbau kepada seluruh umat Budha di Maluku untuk turut menjaga stabilitas keamanan menyonsong perhelatan pesata demokrasi nanti. dengan menjaga kedamaian dan keamanan.
“Sesungguhnya semua yang terjadi hanya karena ada kepentingan, dengan demikian sebagai masyarakat hindarilah “kepentingan” agar semuanya dapat berjalan dengan baik. (MR-06)
