Turut Kecam Aksi Terorisme, GAMKI Maluku Keluarkan 10 Seruan
Maluku 

AMBON,MRNews.com,- Menyikapi kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa waktu terakhir ini, khususnya terkait kehidupan gereja dan jemaat serta persatuan dan kesatuan bangsa, terkait rentetan aksi-aksi teror/kekerasan yang mengarah kepada tindakan barbarian di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob dan penikaman anggota kepolisian oleh simpatisan ISIS, penyerangan bom bunuh diri pada beberapa gereja di Surabaya hingga yang terakhir penyerangan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, sungguh merupakan peristiwa yang mengoyak rasa kemanusiaan dan kebangsaan.

“Sebagai organisasi Kristen yang peduli terhadap keberadaan umat di Maluku dan Indonesia khususnya Surabaya serta peduli bagi keutuhan bangsa, maka kami perlu menyerukan agar semua pihak harus berkomitmen melakukan perlawanan.  Karena masalah teroris adalah masalah bersama semua agama dan elemen bangsa, bukan saja pihak keamanan. Pasalnya sudah menyangkut soal kemanusiaan,” tandas Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku, Johan Rahantoknam dan Sekretaris, Jimmy Pieter Papilaya saat menyampaikan seruan organisasi didampingi pengurus DPD dan DPC GAMKI Kota Ambon di sekretariat DPC GAMKI Ambon, Senin (14/5/2018).

Adapun sepuluh seruan GAMKI Maluku atas kekejaman aksi terorisme di Indonesia, antara lain, pertama

GAMKI menyatakan bahwa terorisme itu kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun, karena semua agama mengajarkan cinta kasih dan kedamaian. Kedua, GAMKI turut berbela rasa bersama keluarga para korban yang meninggal karena aksi bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya. Semoga Roh Kudus memberikan kekuatan dan penghiburan melewati masa-masa kedukaan ini.

Ketiga, GAMKI mengecam tindakan terorisme dan kekerasan atas nama apapun yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta menggiring negara ini menjadi sebuah negara yang tidak lagi berdasarkan pancasila. Keempat, GAMKI mengingatkan semua tokoh masyarakat, tokoh publik, tokoh agama, tokoh adat, pejabat, politisi, serta para tenaga pengajar, untuk tidak lagi mengeluarkan ujaran dan doktrin kebencian terhadap suku, agama, ras dan golongan tertentu. Hal ini merupakan benih lahirnya paham-paham radikal yang juga menyebabkan terjadinya tindakan terorisme dan kekerasan.

Kelima, GAMKI percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan, pemerintah dan aparat keamanan mampu bertindak secara cepat dan tepat, mengusut secara tuntas tindakan terorisme dan kekerasan belakangan ini, terkhusus penyerangan bom bunuh diri di beberapa gereja dan Polrestabes Surabaya hingga ke akar-akarnya serta melakukan proses penegakan hukum yang tegas kepada pelaku dan semua kelompok yang terlibat. Olehnya, perlu memberikan dukungan moral bagi kepolisian Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas secara profesional berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Keenam, GAMKI mendesak pemerintah dan DPR RI  segera merampungkan pembahasan serta mengesahkan RUU Anti Terorisme dengan pengutamaan pada sistem deteksi dini atau pencegahan yang lebih efektif serta sanksi pidana yang berat bagi para pelaku teror. Payung hukum ini sangat penting dan mendesak agar menjadi pegangan bagi aparat keamanan dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Ketujuh, GAMKI Mengajak masyakarat terkhusus basudara di Maluku untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme dan ujaran kebencian serta provokasi SARA sebagai musuh bersama. Bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak semakin memperkeruh suasana.

Delapan, GAMKI menghimbau seluruh basudara di Maluku agar tetap tenang, menjaga tali persaudaraan dan waspada terhadap upaya-upaya memecah belah kehidupan sebagai sesama anak bangsa. Hal ini menjadi sangat penting karena sebentar lagi basudara Muslim akan memasuki bulan Ramadhan, menjalankan ibadah puasa. Sehingga sebagai orang basudara wajib mendukung terciptanya suasana aman, nyaman, tenang dan penuh kedamaian.

Sembilan, GAMKI mengajak masyarakat untuk tunjukan dan nyatakan bahwa masyarakat berani, bersatu dan kuat sehingga mampu melawan aksi terorisme, kekerasan, ujaran kebencian dan provokasi SARA hingga lenyap dari persada nusantara. Sepuluh, GAMKI menyerukan kepada seluruh kader, anggota GAMKI dan seluruh potensi Angkatan Muda (Pemuda) Kristen Indonesia, agar tetap waspada dan berjaga-jaga di lingkungan masing-masing demi mendukung keamanan dan kenyamanan jemaat dalam beribadah.

“Akhir seruan ini, kami memohon kiranya Tuhan menguatkan kami untuk mengampuni dan memohon berkat bagi mereka-mereka yang terus mencelakai kami. Karena kami diajarkan berlaku demikian, sesuai dengan Firman Tuhan “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Bandingkan Matius 5 : 44). Bentuk solidaritas atau keprihatinan aksi brutal terorisme, maka kami rencanakan bakal menggelar aksi penyalaan lilin di minggu ini,” demikian Rahantoknam. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *