Survey Indomatriks, Unggulkan AMANAH Menangi Pilkada Malra

AMBON,MRNews.com,- Lembaga konsultan Indomatriks merilis hasil surveynya yang dilakukan untuk Pilkada kabupaten Maluku Tenggara (Malra) pada periode 1-7 Juni 2018. Pasangan Cabup-Cawabup nomor 1, Angelus Renyaan-Hamzah Rahayaan (AMANAH) yang diusung partai NasDem dan PKPI, dipilih masyarakat dengan 33, 06 persen. Sang lawan, paslon nomor 3 Thaher Hanubun- Petrus Beruatwarin (MTH-PB) menguntit di posisi kedua dengan 30,82 persen atau selisih kurang dari 2 persen. Posisi juru kunci jadi milik paslon nomor 2, Utha Safsafubun-Abdurahman Matdoan (UTAMA) dengan 29,37 persen.

“Sampai hari ini, pasangan AMANAH masih duduki posisi pertama dengan 33,06 persen, diikuti MTH-PB 30,82 persen dan UTAMA 29,37 persen. Menariknya, undecided voters di angka 6,75 persen atau belum menentukan pilihan ke siapapun dan masih direbut semua paslon. Sejujurnya, sulit menentukan 6,75 persen itu ke paslon mana, semua punya kesempatan, apalagi selisihnya tipis. Undecided voters bisa menentukan siapa yang menangi Pilkada Malra,” kata Direktur Indomatriks Consultan Maluku, Bams Malakauseya saat memaparkan hasil survey kepada media di Manise Hotel, Rabu (13/6/2018).

Dengan komposisi tersebut, kata Bams, pada aspek strong supporter, pendukung MTH-PB lebih meyakini pilihannya bakal menang Pilbup lebih besar yakni 74,43 persen dan tidak yakin hanya 10,35 persen. Sedangkan AMANAH hanya 71,40 persen dan tidak yakin menang 11,23 persen serta UTAMA, yang tidak yakin lebih tinggi 16,39 persen dan yakin hanya 67,16 persen.

Sementara dari aspek popularitas, dijelaskannya, Angky Renyaan 94,13 persen-Hamzah Rahayaan 88,30 persen. Utha Safsafubun 97,46 persen-Abdurahman Matdoan 87,29 persen dan Thaher Hanubun 97,48 persen-Petrus Beruatwarin 91,67 persen. Pada tingkat akseptabilitas, Renyaan 83,36 persen-Rahayaan 77,59 persen, Safsafubun 77,19 persen-Matdoan 76,07 persen dan Hanubun 83,61 persen-Beruatwarin 79,23 persen.

“Alasan masyarakat memilih paslon Bupati-Wabup Malra sesuai segmentasi pemilih  didominasi atas kesamaan suku dan jazirah dengan 30,28 persen, diikuti faktor agama 26,12 persen, kinerja dan prestasi hanya 15,64 persen, kesamaan ideologi politik 13,61 persen dan kesamaan profesi kerja 9,36 persen. Faktor lain hanya 5,29 persen. Menariknya, sebanyak 31,38 persen masyarakat selaku sampel responden setuju money politik bisa pengaruhi pilihannya, 12,95 persen tidak setuju dan 54,67 persen tidak tahu/jawab” papar mantan Korwil XI PP GMKI itu yang didampingi anggotanya, Aslen Ruhulessin dan Nico Serang.

Dengan data yang disajikan, dimana menggunakan metode survey multistage random sampling, 440 sampel responden, wawancara tatap muka, instrumen kuesioner dengan margin of eror 4,00 persen, maka diakui Bams, setiap paslon memiliki peluang yang sama, karena kontestasi di Malra sangat dinamis. Apalagi pemilih Malra termasuk nelayan dan petani pun melek politik. Menjadi perhatian, treatmen dan konsolidasi tim harus masif serta terukur, karena waktu semakin dekat sehingga sekarang harus dimaksimalkan kerja politik di seluruh desa-kecamatan. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *