AMBON,MRNews.com,- Dua anggota DPRD Provinsi Maluku aktif menyeberang dari partai asalnya dan masuk menjadi kader partai Demokrat untuk berkontestasi sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di Pileg 2019. Karena itu, Demokrat pun menargetkan bakal meraih 9 kursi untuk DPRD tingkat I Provinsi Maluku.
“Mereka yang menyeberang itu politisi Hanura Abdul Rasyid Kotalima dari dapil 5 kabupaten SBB, Ibu Agnes Renyut dari PKPI di dapil 6 Malra-Aru-Kota Tual. Pa Raad Rumfot tidak, masih tetap di Gerindra. Maka untuk DPRD Provinsi dan dengan komposisi yang ada, tidak mendahului kehendak Tuhan tapi kami yakin, Demokrat akan mendapat 9 kursi di Pileg 2019,” ujar Ketua DPD Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina kepada wartawan usai mendaftar Bacaleg ke KPU Maluku, Selasa (17/7/2018).
Artinya dapat dilihat disini bahwa Demokrat kata Pattiasina adalah partai yang terbuka kepada siapapun. Apalagi bila platform atau cara berpikir untuk Maluku lebih baik kedepan sama dan sejalan, tidak ada yang bisa melarang mereka bergabung dengan Demokrat. Karena yang terpenting, kepentingan Maluku diatas segala-galanya. Sehingga siapapun yang mau bergabung, prinsipnya harus bersama bekerja untuk Maluku yang lebih baik.
“Di DPR-RI, Demokrat lewat DPP juga sudah melaksanakan pendaftaran dimana ada 2 laki-laki dan 2 perempuan, total 4 orang. Secara serentak juga hari ini, di Maluku kita melakukan pendaftaran baik DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Untuk DPRD Provinsi telah diterima KPU,” ungkapnya.
Sejumlah nama yang diusung ke DPR-RI diakui Pattiasina yakni istri Bob Puttileihat(mantan Ketua DPD Demokrat Maluku), Emma Tahapary (pelari/istri penyanyi Yopi Latul),Melkias Frans dan Max Pentury (kader Demokrat). Sedangkan Andre Rentanubun dan BMW yang disebut-sebut akan bertarung wakili Maluku batal maju. Dengan komposisi itu, Demokrat yakin bakal mengantongi 1 kursi.
“Komposisi Bacaleg perempuan Demokrat memang melebihi kuota. Dimana secara keseluruhan 7 dapil, persentasenya ada 37 persen lebih keterwakilan perempuan
Ini karena kita terbuka dan prioritas perempuan. Kalau memang ada calon-calon perempuan yang bisa kita jual dan ajak bertanding di tiap dapil mengapa tidak. Terutama di dapil Maluku 3, perempuan banyak berminat” beber Pattiasina.
Ditanya soal adanya Mahar besar yang diminta dalam proses rekrutmen Bacaleg oleh Demokrat baik DPR-RI, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Pattiasina langsung menepisnya. “Tidak ada. Malahan mereka Welcome dan kerja di partai sampai malam-malam atas kecintaan bagi partai,” tutupnya. (MR-02)
