AMBON,MRNews.com,- DPRD Kota Ambon kembali diselimuti awan duka. Dalam kurun waktu tiga tahun pada periode 2014-2019, tiga orang anggota DPRD dipanggil pulang kembali ke pangkuan ilahi. Terakhir ini, tepatnya Rabu (18/4) dini hari, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Tomwin Rionaldo Tamaela menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Sumber Hidup/ RS GPM.
Berdasarkan informasi yang didapat media ini, Tamaela diperkirakan meninggal karena mengidap penyakit asam lambung. Hal itu diperkuat dengan pernyataan rekan-rekan sejawatnya di DPRD yang menilai Rio panggilan akrab almarhum, lebih suka minum kopi di pagi dan siang hari ketimbang makan, bahkan almarhum kadang sering tahan lapar jika sementara beraktivitas.
“Kemungkinan besar meninggal karena asam lambung. Yang saya tahu, dia (almarhum-red) suka sekali tahan lapar kalau rapat, kegiatan DPRD ke luar daerah, Bimtek dan lainnya. Disaat semua orang menikmati sarapan pagi, almarhum hanya minum kopi dan merokok. Ditegur pun kadang tidak digubris. Sakitnya kadang pula sering ditahan karena tidak mau menyusahkan orang lain,” tandas rekan almarhum dari fraksi PKPI, Juliana Pattipeilohy, Rabu (18/4) di Balai Rakyat Belakang Soya.
Padahal, diceritakan Juliana, Selasa sore, dirinya bersama almarhum dan beberapa rekan dalam Pansus, baru saja membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Ambon dan bercerita cukup lama di ruang sidang DPRD sebelum maghrib datang. Saat bubar, dirinya ditawari almarhum untuk dapat mengantar pulang ke rumah. Dalam perjalanan, tak biasanya almarhum memberikan kata-kata penguatan dan semangat agar tetap dimampukan jalani tugas dan tantangan yang dihadapi.
“Itu tugas terakhirnya bersama kami di DPRD. Kita berdua sangat dekat dan sering tukar pikiran serta saling menguatkan. Orangnya bersahaja, baik, rendah hati, murah senyum dan care dengan semua orang. Berat dan seakan tidak percaya memang karena baru berjumpa dan selalu sama-sama, tapi inilah rencana indah Tuhan baginya dan kita. Manusia tidak mampu selami kehendak Tuhan,” ungkapnya dengan nada sedih mengenang kisah berkawan dengan almarhum.
Senada, legislator PDI Perjuangan Lucky Upulatu Nikijuluw menilai almarhum Rio Tamaela sebagai sosok penuh tawa, sering bercanda, baik hati dan tegas. Hal ini sering dijumpai ketika melakukan tugas sebagai legislator dan kesehariannya. Bahkan, saat terakhir bersamanya di Selasa sore, tatkala semobil dan bersenda gurau mencakapkan banyak hal dari DPRD menuju posko Baileo.
Ketua fraksi PKS, Yusuf Wally pun mengungkapkan kesedihannya atas kepergian mendadak Rio Tamaela. Karena dirinya bersama almarhum di Selasa sore itu, baru memimpin rapat kerja komisi III dengan Dishub kota Ambon. “Tak disangka pertemuan kemarin adalah yang terakhir. Tak disangka tugas kemarin adalah terakhir sekamar denganmu. Kan ku ingat selalu nasehatmu, suara, tawa dan candamu,” ujar Wally di laman facebook miliknya.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono pun merasa kehilangan rekan sejawatnya itu, yang dipandang sangat berdedikasi tinggi, loyal, tenang, suka senyum dan tegas. “Sudah tidak ada lagi teman untuk katong diskusi soal rakyat punya kepentingan. Sangat kehilangan sekali. Tenanglah dalam damai, katong akan lanjutkan perjuangan ini,” ujar politisi partai Gerindra itu.
Diketahui, pelepasan secara kedinasan dan penghormatan terakhir kepada almarhum di lembaga DPRD melalui sidang paripurna istimewa, akan dilaksanakan Kamis, 19 April 2018 pukul 15.00 WIT. Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Anggota DPRD-Ketua Fraksi Demokrat periode 2014-2019 dapil Sirimau I, almarhum meninggalkan seorang isteri dan empat anak, dalam usia 45 tahun 8 bulan. (MR-05)
