AMBON,MRNews.com,- Marak terjadinya penyakit tidak menular (PTM) berupa kanker dan tumor yang dialami masyarakat Kota Ambon beberapa waktu terakhir ini, terutama anak-anak, maka sebagai pihak yang bertanggungjawab dan pemangku kebijakan terhadap persoalan kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajak masyarakat untuk sedapat mungkin mengatur pola hidup yang bersih dan sehat.
“Kanker masuk kategori PTM. Bukan saja di Ambon, tetapi juga sekarang terjadi peningkatan kasus PTM di berbagai daerah dan menurunnya penyakit menular. Disebabkan oleh bakteri, lingkungan, dan sebagainya. PTM tinggi, karena pola hidup, pola makan mempengaruhi. Makanya, untuk meminimalisir atau menguranginya, masyarakat dihimbau atur pola hidup dengan bersih dan sehat secara baik,” tandas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, drg Wendy Pelupessy kepada MimbarRakyatNews.com di Ambon, Jumat (4/5/2018).
Padahal menurutnya, dalam 10 indikator perilaku hidup bersih dan sehat, ada cuci tangan bersih, makan buah dan sayur setiap hari, karena gunanya untuk keperluan serat didalam tubuh. Dimana serat ini yang bisa menurunkan PTM. Kemudian aktivitas fisik dengan berolahraga, termasuk pola hidup sehat. Tetapi kalau tidak pernah olahraga, apalagi makan makanan berlemak, tentu potensi akan terjadinya kanker dan tumor sangat kuat.
“Kita kesehatan tidak bisa memonitor tiap orang seperti apa. Tugas kita hanya menghimbau, memberikan penyuluhan bahwa untuk mencegah terjadinya PTM harus dengan pola hidup bersih dan sehat. Juga tidak merokok. Tidak merokok ini khan juga didalam rumah. Sekarang tidak boleh, kalau SPM kesehatan sesuai 12 indikator terbaru demikian. Karena merokok juga menyebabkan potensi kanker paru misalnya. Baik perokok aktif maupun perokok pasif, malah lebih besar. Juga bisa kanker payudara pada wanita yang sering berdekatan dengan perokok aktif, dan kanker-kanker lain,” tukasnya.
Terhadap PTM yang menimpa anak-anak, dirinya mengajak dari ibu hamil penting wajib empat (4) kali periksa di Puskesmas, guna memastikan kesehatan bayi dan agar terkontrol. Juga seringnya ada penyuluhan mengkonsumsi makanan bergizi, perlu diikuti. Apabila tidak dijalankan, maka akan berdampak bagi tumbuh kembang anak. Apalagi, dengan 10 indikator, tentu bisa menurunkan angka penyakit menular, PTM, hipertensi dan kolesterol. Dimana penyakit-penyakit itu disebabkan pola hidup tidak teratur, gaya hidup dengan makan fastfood, yang cepat saji.
“Orang merasa makan itu modern, padahal tidak tahu berapa kali digoreng dengan minyak. Masih sehat makan di rumah. Dengan ikan berprotein tinggi, sayur yang bisa ditanam di samping rumah. Tetapi juga ketika dibeli harus waspada karena pupuk pestisida dipakai. Kalau halaman rumah ada, bisa manfaatkan tanam kangkung, sawi, juga hidroponik. Yang penting ada kemauan dan kesadaran. Kita sudah cukup menghimbau, hanya menyangkut perilaku. Tidak mudah, karena sudah kebiasaan dan tabiat. Melihat contoh, baru lakukan, apalagi orang Ambon. Kalau dibilang, ajak tanpa contoh, tidak mau ikut,” terangnya.
Bahkan tambah Pelupessy, Dinkes, sekarang dengan 22 Puskesmas, masing-masing memiliki facebook. Dimana di facebook selain penyuluhan langsung di lapangan, setiap hari petugas Promosi Kesehatan (Promkes) akan publikasikan di facebook perilaku hidup bersih dan sehat, sesuai 10 indikator yang disebutkan. (MR-05)
