AMBON,MRNews.com,- Kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan (CCK) diharapkan dapat membentuk generasi bangsa khususnya generasi Maluku yang berkarakter kuat serta memiliki jati diri sebagai anak negeri, melalui peningkatan wawasan kebudayaan dan wawasan perjuangan bangsa yang diwariskan oleh para pendiri negeri dan bangsa ini. Sebagaimana selaras dengan tema kegiatan “Generasi Bangsa Berkarakter Melalui Wawasan Kebudayaan dan Perjuangan Bangsa”.
“Lomba ini pada dasarnya program yang berupaya untuk meningkatkan kualitas museum dalam melayani peserta didik sesuai dengan tugas dan fungsi museum sehingga terwujud museum sebagai wahana pendidikan yang baik dan menarik suasana yang berbeda dengan pendidikan formal,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Kebudayaan, Darwin Lawalata saat membuka lomba CCK yang diselenggarakan Museum Siwalima Provinsi Maluku, di aula Museum Siwalima, Kamis (26/7/18).
Lawalata mengatakan, untuk mencapai internalisasi masyarakat terhadap museum perlu dilakukan upaya signifikan lewat gerakan nasional cinta museum melalui berbagai kegiatan. Pasalnya museum saat ini tidak hanya sebagai ruang pamer bagi koleksi atau benda-benda bersejarah, tetapi kegiatan dan layanan yang disediakan di museum juga semakin beragam dan bervariasi. Apalagi museum di Indonesia semakin berkembang dan sangat beragam, baik jenisnya, lokasi, layanan hingga kegiatan public di museum.
“Sebanyak 14 sekolah tingkat SMP di Kota Ambon mengikuti lomba ini. Lewat kegiatan ini, akan diperoleh satu regu untuk mewakili Maluku mengikuti lomba cerdas cermat tingkat nasional di Jakarta, yang akan diselenggarakan pada bulan September 2018 nanti,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Museum Siwalima Provinsi Maluku Jean Saiya menegaskan, museum nasional melakukan cerdas cermat sudah empat kali, yang bertujuan agar generasi mudah bisa memahami dan memiliki wawasan kebangsaan, kebudayaan tetapi juga wawasan perjuangan bangsa sehingga lahirlah pengetahuan dan wawasan tentang ketiga aspek itu, yang membentuk jati diri anak bangsa. Selain itu, kegiatan publik museum Siwalima, dimana peserta didik dapat memanfaatkan museum sebagai pelajar informal untuk mengetahui, intelektual leluhur sebagai pewarisan nilai,” tandasnya.
Ditambahkan Saiya, adapun materi yang dilombakan yakni, sejarah kebudayaan Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, permuseuman, busana pengantin, rumah adat daerah, lagu-lagu nasional, dan lagu daerah. (MR-02)
