AMBON,MRNews.com.- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menggelar lokakarya keuangan Mikro untukbBPD se-Indonesia Timur.
Yang digelar di The Natsepa resort and Convention Center (08/05) dengan menghadirkan 14 Bank Perwakilan Daerah termasuk industri jasa keuangan di kota Ambon.
Lokakarya ini juga menghadirkan sejumlah pembicara handal diantaranya, Kepala OJK Maluku, Bambang Hermanto Kepala Kantor OJK , Pimpinan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA)
Analis Eksekutif Senior, Koordinator Pengawasan UK Wilayah Timur, DKB IV Otoritas Jasa Keuangan, Roberto Akyuwen, Kepala Penasehat Teknis International Labor Organization (ILO)
Owais Parray, Project Management Officer ASBANDA, Valentino Gola serta perwakilan Sparkkase, spesialis kredit usaha mikro.
Dalam sambutannya, Analis Eksekutif Senior, Koordinator Pengawasan UK Wilayah Timur, Roberto Akywen dalam sambutannya menjelaskan, subtansi ekonomi mikro sangatlah penting guna meningkatkan kemampuan lembaga jasa keuangan untuk menyalurkan kredit mikro kepada pelaku usaha.
“Terpilihnya Ambon sebagai tuan rumah sudah untuk tahun kedua, atas bantuan Asbanda, ILO, kita juga sudah menyelenggarakan untuk wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur,” ucapnya.
Melihat kondisi Bank Maluku yang belakangan ini dililit masalah, baik terkait tata kelolanya maupun kondisi kesehatan Bank, sudah ada instrumen perbaikannya. Bahkan ada kantor OJK Maluku yang mencoba menyelesaikannya secara sistematis sesuai dengan kerangka aturan yang berlaku.
“OJK tetap siap membantu bank daerah yang memiliki masalah baik dalam konteks hukum, kinerja keuangan, dengan memenuhi aturan yang ada,” jelasnya.
Kepentingannya adalah mendorong bank Maluku dan BPD lainnya, agar dapat tumbuh lebih cepat, saat ini memang sudah bertumbuh, akan tetapi kecepatan pertumbuhannya belum sesuai dengan yang diharapkan, artinya, bank lain diluar sana mampu bersaing dengan baik.
“Konsekuensinya adalah tingkat kompetensi dan persaingan semakin ketat, nah BPD Maluku harus berbenah, agar mampu eksis dalam kondisi persaingan saat ini,'” jelasnya.
Salah satu cara yang dilakukan, adalah membina Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh BPD, apapun instrumen kelembagaan yang kita siapkan, tidak akan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa, jika SDM yang dimiliki tidak memiliki kompetensi yang baik.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa keuangan Perwakilan Maluku, Bambang Hermanto dalam sambutannya menyatakan, keberadaan usaha mikro memiliki andil dan peran yang penting dalam meningkatkan roda perekonomian suatu daerah. Sayangnya, usaha keras ini sering terkendala oleh permodalan yang terbatas yang berpengaruh pada tingkat output yang terbatas pula.
Salah satu solusinya adalah lembaga jasa keuangan memiliki produk berupa penyaluran kredit usaha mikro yang memiliki beberapa kemudahan diantaranya, pemberian suku bunga yang rendah, pemberian fasilitas tanpa agunan, atau pemberian fasilitas dengan agunan yang tidak bankable.
“Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna memitigasi resiko adalah pemberian pelatihan dan pendampingan. Peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang manajemen keuangan dan pemasaran dapat menjadi salah satu faktor yabg dapat mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan sektor usaha mikro tersebut,” jelas Hermanto.
Hermanto mengharapkan, lokakarya yang dilakukan, dapat meningkatkan kompetensi dan mengasah pengalaman dalam mencermati potensi objek-objek penyaluran kredit mikro dan mitigasi resiko yang akan timbul. Sehingga akan memberikan dampak terhadap peningkatan penyaluran kredit di masyarakat. (MR-06)
