AMBON,MRNews.com,- Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Pemenangan Pemilu Maluku-Maluku Utara DPP Partai Golkar, Edison Betaubun menegaskan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, Pilkada Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Pilkada Kota Tual Juni mendatang, harus dimenangkan kader dan pasangan yang diusung partai Golkar.
“Semua kader, pengurus Golkar di Maluku, Malra dan Kota Tual harus kerja maksimal memenangkan pasangan yang diusung Partai Golkar, tidak boleh yang lain. Kalau membangkang dan tidak kerja memenangkan sesuai instruksi ini, maka saya pastikan akan dipecat dari pengurus maupun kader Golkar. Ini tidak main-main, warning serius,” tegas Betaubun akhir pekan kemarin saat konsolidasi Pilkada dan Pemilu di Kota Ambon.
Yang penting untuk pemecatan kader pembangkang kata Ebet, panggilan akrab Betaubun, ada bukti dan laporan, maka dipastikan kalau ada kader atau pengurus, bahkan anggota DPRD sekalipun, harus dipecat karena itu aturannya. Karena jadi kader harus kerja benar, komitmen dan bertanggungjawab.
Anggota DPR-RI dapil Maluku ini pun bersyukur Golkar Kota Ambon sudah
dikonsolidasi secara baik. Karena sebagai barometer sebagai ibukota provinsi harus menjadi teladan, apalagi dengan memastikan pasangan yang diusung Golkar pada Pilgub Maluku, Said Assagaff-Andre Rentanubub (SANTUN) menang di Kota Ambon dan secara umum. Sehingga konsolidadi dan kesolidan harus terus maju kedepan, tidak boleh mundur.
“Kita harapkan calon yang diusung partai Golkar semua menang di Pilkada. Jika tidak, maka ada konsekuensinya selain evaluasi kepengurusan tetapi berdampak juga kepada target Pemilu 2019, baik Pileg maupun Pilpres. Saya ingatkan pula bagi yang mau Caleg DPRD Kab/Kota dan Provinsi, harus kerja maksimal di Pilkada dan untuk DPD- DPR RI suara yang dihasilkan harus sama. Kalau tidak akan saya proses untuk diganti meski suara terbanyak,” beber anggota Banggar DPR-RI tersebut.
Dirinya berharap, elemen masyarakat terkait serta kader, pengurus partai Golkar tidak membawa-bawa agama, dalam kerja politik untuk kepentingan sesaat, karena agama adalah urusan keyakinan pribadi dengan Tuhan. Tetapi harus memainkan cara SANTUN meraih simpati masyarakat lewat ide, gagasan, program membangun Maluku dengan tawaran keberhasilan, serta hindari hal-hal negatif lainnya yang berujung antipati terhadap kandidat.
“Jangan bawa dan pakai isu-isu agama di politik, karena tidak tepat. Makanya saya heran, selalu saya dikaitkan membawa agama untuk kepentingan sesaat, padahal maksudnya baik. Apalagi kakak, adik, saudara-saudara saya ada Muslim, Katolik dan tetap hidup dalam kebersamaan, kekeluargaan. Tidak ada masalah. Agama urusan keyakinan pribadi dengan Tuhan, sehingga salah kalau dibawa-bawa,” beber mantan anggota DPRD Provinsi Maluku itu.
Tak hanya itu, Ebet berharap, kedepan kalau ada kader Golkar yang maju di Pilkada, harus bertarung Bupati, Walikota atau Gubernur, bukan Wakil. Sehingga bisa berada pada pengambil kebijakan dan mewadahi kepentingan masyarakat melalui partai Golkar. Bahkan, penting memberi penegasan bahwa kader Golkar harus konsisten di aras perjuangan partai, tidak boleh pindah-pindah partai hanya untuk cari jabatan, kepentingan sesaat. (MR-05)
