AMBON,MRNews.com,- Guna mencegah atau mengantisipasi aksi terorisme yang mengancam daerah dan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, bersama Kapolres Pulau Ambon dan P.p Lease serta Danrem 151 Binaiya melakukan konsolidasi masif terhadap seluruh aparatur penyelenggara pemerintahan di kota Ambon, baik OPD, Camat, Lurah, Raja/Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas sampai tingkat RT/RW juga Forkopimda, di Ballroom Maluku City Mall, Selasa (15/4/2018). Konsolidasi berkaitan pula dengan penanganan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam paparannya mengaku, pasca rentetan kejadian teroris di Mako Brimob, Surabaya dan Sidoarjo, maka sesuai kebijakan nasional kepolisian, Maluku masuk dalam siaga satu, sehingga terlihat banyak aparat yang intens berjaga di berbagai titik di Kota Ambon. Namun, disadari sungguh ketahanan sosial rakyat Kota Ambon semakin baik dan tidak terpengaruh dengan ancaman itu. Meski begitu langkah konsolidasi ini menjadi penting dilakukan.
Dirinya pun menghimbau dan mengajak seluruh aparatur penyelenggara pemerintahan agar dapat terus meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing dengan kembali ke sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Serta tetap melakukan kordinasi dan komunikasi antara satu dengan lainnya, terutama bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang harus dijadikan sebagai mitra.
“Besok saya akan keluarkan surat edaran tentang tata cara dan petunjuk bagaimana RT/RW dan kelurahan mengkonfirmasi tamu-tamu yang datang di lingkungannya. Hal itu bisa dimulai secara intens dan tersistematis guna mengontrol keberadaan warga baik lama maupun baru. Juga, kalau ada hal-hal mengkhawatirkan bisa saling kordinasi dan konfirmasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di desa/kelurahan masing-masing,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Pulau Ambon dan P.p Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso menilai, tidak penjagaan sehebat apapun yang bisa bebas dari serangan teror. Yang sangat mungkin dilakukan adalah membuat langkah-langkah pencegahan. Salah satunya mengefektifkan dan meningkatkan lagi Siskamling oleh masyarakat yang selama ini hilang, guna membantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
“Masyarakat juga cenderung apatis, tidak peduli lingkungan sekitar. Bahkan tidak mengenal siapa tetangga, kerja dimana, anak berapa. Sering juga kurang adanya kesadaran sehingga Siskamling sangat penting diefektifkan lagi. Peran maksimal dan komitmen Babinsa, Bhabinkamtibmas, Raja/ Kepala Desa, RT/RW sebagai garda terdepan dalam mewujudkan situasi Kamtibmas,” papar pemilik dua melati emas di pundak itu.
Sedangkan, Komandan Korem 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian Kurnianto Tehuteru mengungkapkan, minuman keras (Miras) biasanya sering menimbulkan keresahan terjadinya gangguan Kamtibmas. Karenanya, perlu kesadaran dan upaya sinergitas dari semua pihak untuk melihat persoalan ini sehingga tidak merusak tatanan hidup bermasyarakat. TNI tentu siap jika dibutuhkan dalam keadaan apapun sebagai mitra masyarakat, dan itu sudah dibuktikan adanya Babinsa pada desa/kelurahan.
Senada, Kepala Perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Kota Ambon, Nelson Situmorang memandang, Maluku khususnya Kota Ambon harus belajar dari persoalan sosial yang pernah terjadi tahun 2000-an dan jangan sampai terulang karena ulah orang tak bertanggungjawab, dengan masuk dan merusak tatanan hidup masyarakat. Maka diharapkan Siskamling diaktifkan, pendataan warga harus rutin, serta hindari saling menyalahkan satu dengan lainnya. Karena keamanan itu mahal, apalagi tidak aman. (MR-05)
