by

Tidak Puas Kinerja BPBD, Warga Suli Korban Gempa Lapor Komisi III

AMBON,MRNews.com,- Merasa tidak puas dengan penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait pembangunan rumah yang terkena dampak gempa tahun 2019, masyarakat Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah menemui Komisi III DPRD Maluku untuk mengadu dan mencari solusi.

Melani warga Suli saat rapat bersama Komisi III yang juga dihadiri Ketua BPBD Provinsi Maluku, Hein Far-Far bersama dengan fasilitator yang bertugas di lapangan menanyakan kebijakan fasilitator yang dinilai merugikan masyarakat.

Diantaranya, membeli bahan bangunan tanpa adanya kesepakatan dengan warga penerima bantuan

“Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana mekanisme penyaluran bantuan gempa. Sebab masyarakat sudah membuka nomor rekening atas arahan dari BPBD tapi kenyataannya, yang disalurkan bukan uang tunai tapi bahan,” ujar Melani.

Kepala BPBD Provinsi Maluku Hein Far-Far mengatakan, jika penyaluran sesuai ketentuan adalah dalam bentuk barang. Sedangkan untuk jasa tukang dan jasa lainnya akan dilakukan pembayaran secara tunai.

Dijelaskan Far-Far penyaluran dana gempa akan dibagi dalam III tahap dengan mekanisme pada tahap I sebesar 50 persen, tahap II sebanyak 30 persen dan tahap III sebesar 20 persen dari dana yang ditetapkan.

Seperti diketahui, dana gempa dibagi dalam tiga kategori yakni rusak ringan mendapatkan Rp 10 juta, , rusak sedang mendapatkan Rp 25 juta dan rusak berat mendapatkan Rp 50 juta.

“Sedangkan penerima mandiri yang sudah mengerjakan rumah dengan dana sendiri maka wajib melaporkan pertanggung jawab melalui RAB ke ketua tim kemudian dimasukan ke BPBD selanjutnya ada tim yang turun periksa apakah laporan cocok dengan kondisi lapangan atau tidak ” ujar Far-Far.

Selanjutnya kelompok akan melakukan koordinasi dengan fasilitator dengan memasukan RAB sesuai kebutuhan rumah. Selanjutnya akan dilakukan kesepakatan untuk mencari toko bangunan untuk membeli barang .

Alur dana ujar Far- Far setelah membuka rekening maka Bank Nasional Indonesia (BNI) yang digunakan menyalurkan bantuan akan langsung mentransfer biaya bahan bangunan sesuai kebutuhan penerima yang telah disepakati sebelumnya.

Penjelasan Far Far menuai kritikan karena dianggap tidak sesuai fakta lapangan. Setelah melakukan koordinasi singkat yang dipimpin Ketua Komisi III Richard Rahakbauw, maka disepakati komisi III akan meninjau secara langsung kondisi lapangan usai perayaan Idul Fitri yang juga dihadiri BPBD Maluku dan fasilitator .

“Berarti hanya kesalahpahaman yah, karena itu komisi III akan meninjau langsung ke lapangan usai Idul Fitri agar apa yang menjadi kesepakatan bersama sesuai aturan yang ditetapkan benar-benar diterapkan agar masyarakat tidak merasa dirugikan” demikian Rahakbauw. ( MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed