by

Sadari Kesalahan, RR Minta Maaf

AMBON,MRNews.com.-. Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw mengakui kesalahannya karena telah meminta salah satu jurnalis untuk menghapus video saat rapat mitra berlangsung di ruang rapat komisi III, Jumat, (4/6) .

“Atas nama komisi dan pribadi saya meminta maaf atas kesalahan yang saya buat dengan meminta salah satu jurnalis menghapus video saat rapat bersama mitra berlangsung. Bahkan usai rapat komisi, saya telah menemui teman- teman jurnalis dan meminta maaf khususnya kepada jurnalis Tribun Ambon ” ujar Rahakbauw kepada media di ruang komisi III, Sabtu (5/6).

Diakuinya, jika hal yang telah dilakukan telah menghambat kinerja jurnalis yang merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi terkait kinerja DPRD Maluku.

Kendati begitu dirinya membantah telah melakukan pengusiran terhadap jurnalis saat meliput. Sebagai pimpinan sidang, dirinya meminta agar teman teman jurnalis keluar sebentar dan akan diberikan keterangan pers usai rapat mitra.

” Usai rapat, saya meminta agar teman-teman wartawan masuk dan memberikan keterangan terkait hasil rapat namun wartawan tidak mau masuk ruangan sehingga saya keluar dan menemui teman teman wartawan yang sementara berada di lobbi DPRD Maluku dan saya meminta maaf ” urainya.

RR kemudian meluruskan, jika saat rapat kerja wartawan tersebut tidak menggunakan kartu pers . Dirinya terkejut ketika ada anggota yang melakukan interupsi, dan mengatakan bahwa ada yang meliput.

“Saya juga berpikir, ini wartawan atau bukan, karena tidak menggunakan kartu pers, walaupun ada yang meyakinkan bahwa itu wartawan. Kan kalau wartawan meliput, dia harus menggunakan kartu pers DPRD, sehingga kita bisa mengenal,” ujar RR.

RR menegaskan, pihaknya tidak pernah melarang wartawan untuk meliput, karena disadari wartawan turut membantu tugas tugas DPRD Maluku dalam memberikan informasi kepada publik.

“Saya sampaikan kepada wartawan yang bersangkutan, dan juga lembaga pers serta dewan pers, karena langkah-langkah yang saya ambil kemarin juga salah, sehingga menyebabkan kekacauan di publik, dengan pemberitaan-pemberitaan yang tidak bisa diterima oleh rekan-rekan pers yang lain. Intinya, atas nama pribadi dan keluarga, juga seluruh anggota Komisi III, saya sekali lagi meminta maaf,” tandas RR.

Agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang, RR menyarankan, pers ketika menjalankan aktivitas peliputan, wajib menggunakan kartu pers DPRD, agar pihaknya bisa mengenal. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed