Topang Studi Mahasiswa di Jepang, DPRD Upayakan Dana Sharing dan CSR

AMBON,MRNews.com,-  Guna menopang atau memperlancar proses studi 16 mahasiswa asal kota Ambon yang menempuh pendidikan di tiga kota di Jepang mulai tahun akademik 2018 ini, maka DPRD kota Ambon bakal menempuh upaya mengkomunikasikan dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dan sejumlah pihak terkait agar bisa membantu berupa pemberian dana sharing.

Selain itu, upaya lain oleh DPRD bakal ditempuh dengan melobi pihak swasta, BUMN atau BUMD untuk mensupport untuk mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga juga membantu lancarnya proses studi para mahasiswa tersebut di negara matahari terbit itu.

“Persoalan dana sharing itu saat kita bersama Pemkot di Jepang monitoring dan evaluasi studi mahasiswa beberapa waktu lalu, sudah sempat berbincang. Maka, kita berpikir nanti bagaimana DPRD kota Ambon akan menyurat Pemprov Maluku, DPRD Provinsi untuk membicarakan soal kemungkinan alokasikan dana sharing guna menopang studi 16 mahasiswa di Jepang yang baru dibiayai Pemkot untuk gelombang kedua,” tandas Wakil Ketua I DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (23/3).

Bukan saja DPRD Provinsi kata Toisuta, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan berbagai macam pihak yang berkepentingan untuk dapat bersama membantu, termasuk alokasi CSR bagi studi mahasiswa di Jepang.

Pasalnya, menurut politisi Golkar itu, tanggungjawab membiayai studi bukan saja di Pemkot dan DPRD. Apalagi kerjasama ini tidak akan berakhir sampai disini. Manakala, setelah DPRD dan Pemkot melakukan monitoring dan evaluasi di Jepang beberapa waktu lalu, ternyata pemberian beasiswa kepada para 16 mahasiswa sangat baik dan positif.

“Kita tahu Pemkot mengadakan perjanjian kerjasama untuk mengirimkan dan membiayai studi siswa berprestasi, pada saat itu tahun 2015 SMA belum dialihkan jadi kewenangan provinsi. Sehingga, Pemkot merasa perlu berikan beasiswa guna di studi lanjutkan ke luar daerah.  Tidak mungkin kerjasama ini diputus di tengah jalan, setelah pengiriman pertama dan kedua sudah berjalan, dan sekarang SMA sudah beralih ke Provinsi,” bebernya.

Apalagi tambah Toisuta, dengan prestasi yang mereka capai disana, menjadi kebanggan luar biasa bagi DPRD dan Pemkot. Kenapa, karena Pemkot melakukan kerjasama ini di bidang pendidikan, dan diketahui dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun kota ini, perlu Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Bahkan, sesuai perjanjian, usai studi para mahasiswa tersebut akan kembali mengabdi ke kota Ambon mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan.

“Tidak hanya butuh infrastruktur saja, tetapi SDM harus disiapkan terutama yang mempunyai kekuatan ilmu luar biasa di bidang penting. Apalagi disana, anak-anak ini diback up atau dibekali dengan berbagai macam ilmu yang sesuai kebutuhan kota Ambon. Sehingga pastinya berdampak positif sekembalinya mereka untuk mengabdi ke daerah. Tidak sia-sia semua lah, kita pastikan, DPRD dan Pemkot sudah lihat langsung dan terus bersinergi,” tutup Toisuta.

Dalam kesempatan sesi press conference itu, Toisuta turut didampingi pimpinan komisi II DPRD yang membidangi masalah pendidikan serta koordinator program kerjasama study and work in Japan Pemkot Ambon-Kementerian Pendidikan Jepang, dr Rhony Maail.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Ambon dan DPRD pada 12-17 Maret lalu, melakukan kunjungan akademik guna monitoring dan evaluasi terhadap 16 siswa/mahasiwa kota Ambon yang sementara mengikuti program beasiswa pendidikan study and work in Japan di tiga kota, yakni Tokyo, Kyoto dan Fukuoka. (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *